Herry Asiku Persilakan Keluar Pengurus Golkar Butur yang Tolak Rekomendasi

81
Herry Asiku.

KENDARI, BKK- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra) Herry Asiku mengingatkan kadernya untuk tidak membelot terhadap putusan partai dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, jika tidak ingin dipecat dari kepengurusan partai berlambang pohon beringin.

Herry mengatakan, seluruh kader dan pengurus, baik itu di dewan pimpinan daerah (DPD) maupun dewan pimpinan cabang (DPC) wajib mendukung dan memenangkan calon yang diusung dewan pimpinan pusat (DPP).

“Tidak boleh ada yang bermanuver. Karena sejak dikeluarkannya B1-KWK oleh DPP Golkar, maka sudah wajib hukumnya kader mendukung calon yang direkomendasikan. Dan, saya sudah instruksikan itu ke kader berulang kali,” ujar Herry, Kamis (10/9).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra ini pun menanggapi dingin perihal pengurus DPD Golkar Buton Utara (Butur) yang tidak mematuhi rekomendasi DPP atas Bakal Calon (Balon) Bupati Ridwan Zakariah dan lebih memilih keluar dari kepengurusan, karena mendukung balon bupati Aswadi Adam.

“Silakan saja kalau mau keluar, kita tidak ada masalah. Karena kita kader di daerah ini wajib hukumnya mengikuti keputusan DPP,” tegas Herry.

Pilkada 2020 di Sultra dilangsungkan di 7 kabupaten. Di Konawe Utara (Konut), Golkar mengusung pasangan petahana yakni Ruksamin dan Abu Haera. Kemudian Butur, Ridwan Zakariah dan Ahali.

Di Muna, Golkar mengusung petahana Rusman Emba dan Bachrun Labuta. Di Wakatobi juga petahana, Arhawi yang berpasangan dengan Hardin La Omo. Konawe Kepulauan (Konkep) untuk pasangan Oheo Sinapoy dan Muttaqim Siddiq.

Kemudian Konawe Selatan (Konsel) untuk petahana Surunuddin Dangga berpasangan dengan Rasyid, dan juga di Kolaka Timur (Koltim) petahana Tony Herbiansyah dan Baharuddin. (p5/iis)

Facebook Comments