Hari Pertama Baru Dihukum Bersih-bersih, Hari Kedua Mulai Didenda Rp200 Ribu

65
H Sulkarnain

KENDARI, BKK- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari telah menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 47/2020, Rabu (9/9). Meskipun ada beberapa pengendara tidak mengindahkan protokol kesehatan (prokes), namun semuanya tidak dikenai denda sesuai aturan.

Wali Kota Kendari H Sulkarnain mengatakan, Rabu (9/9), bahwa hari pertama penerapan perwali pihaknya belum memberikan sanksi administrasi berupa denda Rp200 ribu kepada warga yang tidak mematuhi prokes, namun di hari berikutnya pihaknya akan mulai memberi denda bila ada warga yang masih bandel.

“Masih ada beberapa yang melanggar, seperti, lupa pakai masker dan beberapa kendaraan roda empat melebihi 50% kapasitas muatan. Besok (hari ini, red) akan kita lihat lagi, kalau masih ada yang tidak taat akan kita terapkan sanksi denda itu,” tegas Sulkarnain.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, walaupun denda belum diberlakukan pada hari pertama tapi para pelanggar ada yang disuruh bersih-bersih sebagai hukuman.

“Yang tidak bawa masker kami suruh putar balik untuk membeli masker. Ada juga yang maskernya dalam jok, itu kita ingatkan semua, kami peringati. Tapi, kalau tetap terulang tentu kita akan berikan denda sebesar Rp200 ribu,” ujarnya.

Meski begitu, Sulkarnain menilai, secara keseluruhan kesadaran warga metro terhadap perwali prokes cukup tinggi. Pasalnya, jika dijumlah data pelanggaran prokes sebelum ada perwali dan sesudah ada perwali, penurununya cukup tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Kendari Muhammad Ali Aksa mengatakan, penegakan disiplin prokes juga intens dilakukan di wilayah perbatasan.

Ali menambahkan, dalam proses penjagaan dan pengawasan di wilayah perbatasan, pihaknya di-back up Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta unsur TNI/Polri.

“Setiap perbatasan dijaga sekitar 20 personel. Bagi pelintas, semua kami periksa. Baik itu suhu tubuh, kelengkapan APD (alat pelindung diri), jarak penumpang. Yang suhu tubuhnya tinggi melebihi 37 derajat celsius dan menunjukkan gejala Covid-19 tentunya akan kami langsung rapid test atau bahkan langsung kita rujuk di rumah sakit untuk di-swab test,” ujar Ali Aksa. (m1/iis)

Facebook Comments