Bawaslu Temukan 64.665 Data Pemilih Bermasalah

37
Ilustrasi

KENDARI, BKK- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan 64.665 data pemilih bermasalah di 7 kabupaten yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengungkapkan, Senin (31/8), data pemilih bermasalah yang diperoleh dari Bawaslu kabupaten pada saat melakukan pengawasan, pencocokan, dan penelitian (coklit) data pemilih.

Kasus ini telah dilaporkan ke komisi pemilihan umum (KPU) dengan harapan selanjutnya dilakukan koreksi dan perbaikan.

“Misalnya, kalau kita lihat datanya ada pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TSM) dalam pemilu 2019, kemudian masuk lagi dalam A.KWK,” ujar Hamiruddin, Senin (31/8).

Daftar pemilih model A-KWK sendiri merupakan hasil sinkronisasi dari daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 dan daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) pada Pilkada 2020.

Ia melanjutkan, setidaknya ada sekitar 6.747 data pemilu 2019 TSM yang masuk, tertinggi di Konawe Kepulauan (Konkep) sebanyak 3.739 dan Muna sebanyak 2.749 pemilih.

“Data lain yang kami temukan pada saat pengawasan coklit terkait pemilih yang memenuhi syarat tetapi malah tidak masuk dalam A.KWK, di mana kita lihat jumlah keseluruhannya ada 36.426 pemilih,” kata Hamiruddin.

Kemudian, Hamiruddin bilang, masih ditemukan sebanyak 20.317 pemilih yang belum memiliki KTP-elektronik sebagai syarat pemilih, namun sudah masuk dalam formulir A.KWK.

“Olehnya, terhadap temuan data pemilih yang masih bermasalah ini, Bawaslu telah menyampaikan kepada KPU Sultra untuk melakukan supervisi, demi memastikan bahwa data-data pemilih yang masih bermasalah agar dilakukan koreksi,” pungkasnya. (p5/iis)

Facebook Comments