32 CPNS USN Kolaka Ikuti Seleksi Wawancara SKB Secara Virtual

121

 

Rektor USN, Dr Azhari (kanan) dan Dekan FKIP Nur Ikhsan saat mewawancarai calon dosen.

KOLAKA, BKK – Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melaksanakan seleksi wawancara dan micro teaching (pengajaran mikro) terhadap 32 peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 lingkup perguruan tinggi tersebut.

Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) secara virtual ini bakal dilaksanakan selama tiga hari mulai 21-23 September 2020 di Ruang Rapat Lt 2 Rektorat USN Kolaka.

Rektor USN Kolaka, Dr Azhari mengatakan, seleksi wawancara ini digelar untuk menguji dan mendalami kemampuan, pemahaman, serta wawasan peserta dalam bidang ilmunya. Seperti bagaimana mereka menggali ide-ide dalam melakukan metode pengajaran, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, kata dia, peserta CPNS 2019 yang sebelumnya telah dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ini akan melakukan micro teaching atau model praktik kependidikan (pelatihan mengajar).

“Rata-rata saya lihat bagus-bagus tadi untuk seleksi tahap pertama,” ujarnya ketika ditemui di Gedung Rektorat USN Kolaka, Senin (21/9).

Pria yang pernah meraih rekor MuRI sebagai rektor termuda ini menuturkan, dari 32 peserta CPNS yang mengikuti SKB wawancara tersebut hanya 11 orang yang akan diterima untuk mengisi formasi (jurusan) yang dibuka kampus Merah Marun itu.

Adapun peserta yang lulus seleksi akan menjadi pengajar pada sejumlah jurusan yaitu administrasi publik, pendidikan jasmani, akuntansi, ekonomi pembangunan, bahasa Inggris, kimia, biologi, peternakan, teknik pertambangan, teknik sipil.
Ilmu komputer, geografi ,PPKN, dan teknik industri.

Menurutnya, proses pelaksanaan seleksi kali ini semakin baik, sehingga peluang untuk terjadinya kongkalikong dipastikan semakin kecil. Untuk itu, kesempatan setiap peserta lulus menjadi CPNS terbuka lebar saat semua nilai mereka diakumulasi nantinya.

“Nilai SKD menjadi mayoritas nilai kelulusan, tinggal ditambah dengan nilai wawancara dan micro teaching. Penilaiannya langsung diinput secara online. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga ikut mengawasi dan memantau pelaksanaan seleksi selama tiga hari ini,” jelas Azhari. (m5)

Facebook Comments