2 Oknum Kades dan 1 ASN di Koltim Positif Konsumsi Sabu-Sabu

49
Dirresnarkoba Eka Fathurrahman (tenga) saat konferensi pers di Polda (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Dua oknum kepala desa (kades) dan 1 aparatur sipil negara (ASN) positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine.

Itu diketahui setelah polisi melakukan penyelidikan tindak pidana narkotika di wilayah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), pekan lalu.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Besar Polisi (Kombespol) M Eka Fathurrahman membeberkan 2 kades tersebut yakni Kades Anggolosi Husain dan Kades Wondobite Kamaruddin, sedangkan yang berstatus ASN bernama Alfian.

Ketiganya diamankan di salah satu rumah di Ladongi, saat penggerebekan rumah terduga bandar, menindaklanjuti laporan masyarakat adanya peredaran narkoba di sana.

“Informasi yang kami targetkan adalah Sam, sebagai bandar di sana. Saat penggerebekan di rumah itu, ada 5 orang termasuk istri Syam, 2 kades, dan 1 ASN,” ujar Eka, saat konferensi pers di Mapolda Sultra, Senin (7/9).

Eka mengatakan, saat penggerebekan rumah, pihaknya menemukan Sam, Husaini, Kamaruddin, dan Alfian sedang bermain kartu.

Dilakukan penggeledahan, kata dia, tidak ditemukan barang bukti narkotika di tempat mereka berada.

Hanya saja, sambung dia, dilakukan penggeledahan di beberapa tempat di sana, sekitar 4 meter dari tempat main kartu, ditemukan 0,7 gram sabu-sabu, namun tidak diketahui siapa pemiliknya.

“Saat dilakukan penggeledahan, tiba-tiba istri Sam histeris. Situasi tidak kondusif, tim mengamankan diri bersama 4 orang itu dilakukan pendalaman. Proses penyelidikan terjadi hambatan, saat penggeledahan hanya ditemukan 0,7 gram sabu-sabu,” ujar Eka.

Eka melanjutkan, tim kemudian menindaklanjuti dengan tes urine pada 4 orang tersebut, hasilnya positif.

Dari keterangannya, 2 kades tersebut memang menggunakan sabu-sabu sebelumnya. Sedangkan Alfian merupakan seorang residivis kasus narkoba di Polres Kolaka.

“Kita tidak mengenakan pasal pengedar, karena tidak terbukti. Mereka hanya direhabilitasi dan kooperatif, untuk 2 Kades dan 1 ASN surat rehabilitasi mereka nantinya akan ditembuskan kepada pimpinannya masing-masing,” jelasnya. (m2/iis)

 

Facebook Comments