Tiap Mahasiswa Terdampak Covid-19 Dibagikan Rp2,4 Juta

43
Ilustrasi

Keresahan mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) selama ini akhirnya  terjawab, pemerintah pusat melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo mendapatkan kucuran bantuan untuk SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) bagi PTS se- Indonesia. Bantuan tersebut  diperuntukkan kepada  mahasiswa terdampak coronavirus disease 2019 (Covid-19), yang besaran anggaran dan jumlah penerima sudah ditentukan.

LAPORAN: SUMARDIN, KENDARI

Sekretaris LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo  Drs Andi Lukman MSi mengatakan, total alokasi anggaran bantuan SPP bagi PTS se-Indonesia yakni Rp1 triliun yang dibagi-bagi berdasarkan LLDIKTI masing-masing wilayah di Indonesia.

Untuk LLDIKTI Wilayah IX, kuotanya sekitar 22 ribu mahasiswa calon penerima, setiap mahasiswa diporsikan Rp2,4 juta pada semester ganjil ini, yang diperuntukan kepada mahasiswa semester 3, 5 dan 7. Sehingga diperlukan kerjasama yang baik, jujur dari setiap PTS menampilkan data mahasiswa yang valid terdampak Covid-19.

“Ada sekitar 176 ribu mahasiswa di bawah LLDIKTI Wilayah IX, sementara kuota yang diberikan hanya 22 ribu. Makanya PTS harus mampu mendata mahasiswa yang terdampak Covid-19. Jangan sampai ada mahasiswa mampu secara ekonomi masuk di pendataan bantuan ini,” ujarnya baru-baru ini.

Lukman menjelaskan, apabila ada PTS mempunyai SPP di atas Rp2,4 juta, maka pihak kampus yang sudah mapan harus berkontribusi atau melibatkan pemerintah daerah (pemda) untuk memberikan subsidi kepada mahasiswa terdampak Covid-19 tersebut.

Sedangkan, PTS yang SPP-nya di bawah Rp2,4 juta, yang dibayarkan hanya SPP saja. Lebihnya dari Rp2,4 juta  bakal dikembalikan kepada negara.

Ia menjelaskan, akibat Covid-19 tidak dipungkiri proses perkuliahan di PTS terganggu dan goyah, dan dialihkan sementara waktu di proses pembelajaran dalam jaringan (daring)  yang dirasa sangat efektif di kondisi sekarang.

Apalagi sebagian kampus , sambung Lukman, tidak mampu lagi membayar honor dosen karena SPP mahasiswa yang tidak terbayar akibat perekonomian orangtua dan mahasiswa yang lesu.

Lebih jauh, kata Lukman, dengan adanya stimulus dari pemerintah ini, semoga dapat meringankan beban orangtua dan mahasiswa di masa pandemi.

Dirinya berharap pandemi ini dapat segera berlalu agar proses perkuliahan dapat berjalan lancar seperti semula. (*)

Facebook Comments