Setelah Ketua Golkar, Inarto Incar Kursi Wali Kota Kendari

64
La Ode Muhammad Inarto

Pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Kendari periode 2020-2025 baru saja usai. Hasilnya, La Ode Muhammad Inarto, putra mantan Ketua Golkar Sultra yang kini anggota DPR-RI, Ridwan Bae, keluar sebagai ketua terpilih secara aklamasi, setelah dua pesaingya, LM Rajab Jinik dan Sahabuddin, mengundurkan diri.

LAPORAN: MITA, KENDARI

Inarto yang kini menggantikan Hikman Ballagi rupanya masih memiliki target politik lain. Yaitu, keinginan dirinya maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari pada 2022 mendatang.

Keinginannya menjadi orang nomor satu di Kota Kendari rupanya sudah lama ia rencanakan sebelum dirinya menjadi ketua partai.

Saat diwawancara wartawan koran ini, Inarto mengungkapkan, pilwali ke depan memang menjadi target dirinya dan Partai Golkar. Apalagi, lanjut dia, eksistensi partai Golkar di Kota Kendari sangat besar untuk berkompetisi di pilwali nanti, termasuk dukungan semua pihak yang memang menginginkan dirinya ikut meramaikan pesta demokrasi tersebut.

“Insya Allah, kalau ada kesehatan dan mudah-mudahan selalu panjang umur, ada rezeki, didukung semua pihak, insya Allah 2022 kita ikut,” terang Inarto yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari.

Meski begitu, Inarto mengaku, enggan terlalu membicarakan soal Pilwali 2020. Pasalnya, saat ini dirinya masih berfokus untuk melakukan kerja-kerja nyata di DPD II Golkar, usai dirinya terpilih menjadi ketua partai, yang dia targetkan bisa rampung dalam 6 bulan.

“Soal pilwali tidak usah terlalu jauh dibahas, yang jelas kalau ada restu dan dukungan semua pihak, insya Allah kita ikut di 2022. Tapi saat ini kita fokus benahi partai dulu agar lebih baik lagi. Itu dulu yang utama,” jelasnya.

Majunya Inarto di pilwali, membuat peta persaingan nanti bakal ketat, meskipun masih 2 tahun lagi. Hal itu mengingat nama-nama besar seperti wali kota saat ini, H Sulkarnain Kadir, Wawali Siska Karina Imran juga dikabarkan akan ikut pilwali mendatang.

Tak hanya itu, nama-nama besar lainya seperti Ishak Ismail yang juga Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Kendari, serta anggota DPRD Kendari Abdul Razak juga mulai disebut-sebut akan ikut memperebutkan kursi orang nomor satu di Kota Kendari.

Siska Karina Imran dikonfirmasi apakah maju atau tidak di pilwali nanti, dirinya enggan berkomentar, pasalnya saat ini dirinya lebih fokus untuk bekerja bersama wali kota untuk membagun Kendari lebih baik. Apalagi kata dia, permasalahan kota masih banyak yang harus dibenahi.

“Kita fokus kerja saja dulu. Lagi pula pilwali masih lama juga. Saya maju atau tidak nanti dilihat. Namanya politik tidak ada yang pasti. Yang jelas, saat ini saya bekerja untuk masyarakat Kota Kendari,” tandasnya.

Senada, Wali Kota H Sulkarnain Kadir juga belum berbicara jauh soal pilwali setiap kali diwawancara dalam setiap agenda kerja yang ia lakukan. Ia hanya lebih sering membahas kerja-kerja pemerintah kota pada 2020 termasuk 2021 mendatang. Apalagi saat ini Kota Kendari sedang menghadapi wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Itu (pilwali) masih jauh. Kita fokus penanganan covid-19 dulu. Apalagi kita ini masih zona merah penyebaran pandemi ini. Tahun 2021 kita juga akan terfokus dalam penanganan Covid-19. Bahkan anggaran kita dalam 2021 juga kita lebih fokuskan ke sana (Covid-19). Soal politik nanti saja dulu,” tutupnya. (*)

Facebook Comments