Ibu Dua Anak di Muna Tewas Gantung Diri Pakai Sarung

218

 

Korban Nurtiba ketika ditemukan tewas gantung  diri di rumahnya. 

RAHA, BKK – Warga Desa Parida, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna dibuat geger dengan ditemukannya ibu rumah tangga bernama Nurtiba (31), tewas gantung diri dalam rumahnya.

Wanita dua anak ini ditemukan tergantung di tiang tengah rumahnya menggunakan sarung pada Jumat (21/8) sekitar pukul 05.00 Wita.

Nurtiba  ditemukan pertama kali dalam kondisi tidak bernyawa oleh anaknya sendiri bernama Ain (6) yang masih duduk di kelas 1 SD.

Menurut anak korban, saat dia bangun sekitar pukul 05.00 Wita, dia tidak melihat ibunya berada di sampingnya. Sang anak pun mencari-cari ibunya dan dia lihat ibunya sudah tergantung di tiang tengah ruang rumahnya menggunakan sarung.

Melihat ibunya tergantung di rumahnya, sang anak pun pergi ke rumah bibinya bernama Sunarwia (38) yang juga kakak almarhum. Karena sedang mencuci piring, Sunarwia baru pergi ke rumah korban sekira setengah jam kemudian.

“Bibi sini turun lihat mamaku di rumah. Marimi kita lihat mamaku, dia cekik lehernya,” kata Sunarwia meniru ucapan ponakannya itu pada sejumlah media di Raha yang berada di TKP saat itu.

Penasaran dengan cerita sang ponakan, usai cuci piring Sunarwia pergi ke rumah korban untuk memastikan laporan keponakannya itu. Begitu pintu rumah korban dibuka, Sunarwia kaget karena melihat adiknya sudah tergantung di tiang tengah rumahnya dengan kaki kanan berada di kursi plastik.

“Begitu saya lihat, saya langsung berteriak menangis melihat adikku dalam posisi sudah gantung diri,” tukas Sunarwia di TKP.

Menurut saksi lainnya, Idul (17) yang juga kemanakan almarhum yang bermalam di rumah korban mengaku tidak mengetahui kejadian gantung diri itu. Namun sekitar pukul 21.00 Wita dia masih melihat korban baring-baring di kamarnya.

“Saya tidak dengar ada suara berteriak. Tapi pagi-pagi hanya mendengar mamaku menangis ternyata melihat bibi saya dalam keadaan gantung diri,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Hamka megatakan kepada keluarga korban, almarhumah akan diotopsi atau divisum untuk mengetahui meninggal wajar atau tidak wajar.

“Melihat posisi korban memang dalam keadaan tergantung. Namun tujuan kita lakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Tapi kalau keluarga meminta hanya divisum, kita lihat dululah,” kata Kasat Reskrim Polres Muna ini di TKP saat dikonfirmasi hal ini.

Saat itu juga korban dibawa ke RSUD Raha untuk divisum. Menurut keluarga korban, Nurtiba tidak punya masalah keluarga karena dia sudah lama pisang ranjang dengan sang suami. Sehari-hari dia tinggal dengan kedua anaknya. (tri)

Facebook Comments