Tahun ini, Kouta Beasiswa KIP Kuliah UHO Naik Menjadi 2.011 orang

685
Pendais Haq.

KENDARI, BKK – Tahun ini, kuota beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Universitas Halu Oleo (UHO) meningkat, dari 1.300 menjadi 2011 orang.

Ketua Pembina Bidikmisi UHO Pendais Haq mengatakan, beasiswa KIP Kuliah merupakan upaya pemerintah, untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa miskin berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan.

Ia menjelaskan, bagi pemegang KIP Kuliah di UHO, akan menerima uang sebesar Rp6.600.000, dengan rincian Rp2.400.000 uang kuliah dan Rp4.200.000 untuk biaya hidup.

“Jadi, setiap semester (6 bulan) akan rutin ditransfer langsung ke rekening penerima, tidak ada lagi potongan, karena seluruh uang langsung diterima dan dikelola mahasiswa. Jadi, tidak ada orang ke tiga dalam hal ini,” ujarnya, Selasa (28/7).

Lebih lanjut, dia mengatakan, total kuota KIP Kuliah UHO dibagi dalam 3 tahap jalur penerimaan, dengan kuota yang berbeda-beda.

Yakni, sebut dia, pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 30%,  Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 40%, dan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) 30%.

“KIP Kuliah diperuntukan bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang saat ini memegang KIP atau memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, yang kemudian diwajibkan memiliki akun KIP-K sebagai syarat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” paparnya.

Dia melanjutkan, pendaftar KIP-K UHO melalui jalur SNMPTN telah diumumkan melalui web resmi UHO. Sebanyak 701 orang telah dinyatakan lulus oleh Kemendikbud. Namun, setelah dilakukan verifikasi langsung oleh pihak univeristas, terdapat beberapa mahasiswa yang tidak memiliki akun KIP-K. Sementara salah satu syarat wajib penerima KIP-K harus meiliki akun KIP-K terlebih dahulu.

“Setelah ditelusuri mereka yang tidak memiliki akun KIP-K ini diloloskan oleh Kemendikbud, dikarenakan memiliki KIP ketika SMA. Ada juga beberapa orang yang ditemukan saat verifikasi  orangtuanya merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) seperti Polisi. Sehingga mereka dinyatakan gugur,” tuntasnya. (r1/nir)

Facebook Comments