Siap-Siap Pengusaha Sarang Burung Walet Bakal Dikenakan Pajak 10%

326
Bapenda Kota Kendari saat sosialisasi pajak sarang burung walet kepada para pengusaha, Rabu (22/7) (FOTO: MITA/BKK)

KENDARI, BKK – Sebanyak 150 pengusaha sarang burung walet data per Juli 2020 di Kota Kendari, bakal dikenakan pajak sebesar 10%. Dimana pemenuhan wajiban pajak menggunakan self asesment yang pembayaranya dilakukan setiap tanggal 1-15 bulan berjalan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari Sri Yustina, Kamis (22/7) mengatakan, agar pengusaha tidak kaget dengan pajak yang diberikan, karena Bapenda telah mengelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019 tentang perubahan keempat atas Perda Kota Kendari nomor 2 tahun 2011 tentang pajak daerah, dimana di dalamnya memuat pajak sarang burung walet.

“Ini masih tahap sosialisasi agar para wajib pajak sadar dengan kewajibannya membayar pajak. Tidak ada ruginya membayar pajak, karena dari pajak, pembangunan daerah bisa digalakkan untuk masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Dia menjelaskan, data per Juli 2020, ada peningkatan jumlah pengusaha sarang burung walet sekitar 33,333%, jika dibandingkan di 2019 lalu.

“Saat ini sudah mencapai 150 orang. Sedangkan tahun lalu hanya 100 orang. Karena jumlah pengusaha sarang burung walet menunjukkan prospek bisnis yang menjanjikan, maka mendorong kami untuk menarik pajak dari bisnis warga tersebut,” paparnya.

Pengusaha sarang burung walet La Upe mengusulkan, agar Bapenda menyediakan wadah untuk jual beli sarang burung walet, ketimbang memaksa masyarakat dalam hal pembayaran pajak sarang burung walet. Karena banyak masalah yang dihadapi para petani.

“Ketika terjadi transaksi penjualan sarang burung walet pajak akan dipotong, sehingga bisa transparan, kalau self asesmen kadang kurang jujur. Misalnya, jual 10 lapor 1. Kami juga inginkan ada klasifikasi. Seperti pemula, sedang dan sudah berkembang. Ini dilakukan agar tidak terlalu membebani petani dalam pembayaran pajak,” tutup La Upe. (m1/nir)

Facebook Comments