PT PLM Masih Bungkam Soal Tudingan Mencuri Emas Bombana

52

RUMBIA, BKK – PT Panca Logam Makmur masih bungkam terkait tudingan melakukan pencurian sumber daya alam (SDA) yang ada di Kabupaten Bombana.

Perusahaan pertambangan emas yang berlokasi di Desa Wububangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana itu sampai saat ini masih terus beroperasi meski sama sekali tidak mengantongi izin.

Hubungan Masyarakat (Humas), Aswandi dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Selasa (30/6) kemarin masih memilih untuk diam terkait itu. Pasalnya, kata dia, dirinya akan berkoordinasi dulu dengan pimpinan managemen perusahaan.

“Tunggu ya, saya konfirmasi dulu sama pimpinan. Nanti saya hubungi lagi, ” singkatnya, sembari enggan untuk berkomentar banyak.

Sebelumnya, Ketua Forum Mahasiswa Bombana Bersatu (FMBB), Jamal Basri meyangkan kekayaan alam yang ada di Bombana dikelola secara illegal serta merusak lingkungan sekitar.

“Aktifitas mereka (PT PLM red) masih berlansung sampai sekarang dan belum mengantongi izin sama sekali, ” katanya.

Ia menambahkan, meski sama sekali diketahui tidak memiliki izin dan telah merusak lingkungan, aparat penegak hukum terkesan diam. Pasalnya, kata dia, sejak 2019 lalu hingga kini PT PLM masih beroperasi mencuri kekayaan alam yang ada di Bombana.

“Aparat hukum tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, masa jelas-jelas ada aktifitas yang melawan hukum dibiarkan begitu saja. Atau mungkin aparat hukum di Bombana menganggap itu bukan sebuah pelanggaran jadi dibiarkan begitu saja tindakan melawan hukum didepan mata,” tegasnya.

PT Panca Logam Makmur (PLM) diduga melakukan pencurian sumber daya alam (SDA) yang ada di Bombana.

Dugaan pencurian perusahaan yang berlokasi di Desa Wububangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana dibidang pertambangan emas itu karena sama sekali tidak mengantongi izin.

Bahkan, aktifitas ilegal itu seakan dibiarkan oleh aparat penegak hukum dan pemerintah setempat.

Hal ini diungkapkan Ketua Forum Mahasiswa Bombana Bersatu (FMBB), Jamal Basri saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Senin (29/6). Dirinya meyangkan kekayaan alam Bombana dikelola secara illegal serta merusak lingkungan sekitar.

“Aktifitas mereka (PT PLM red) masih berlansung sampai sekarang dan belum mengantongi izin sama sekali, ” katanya.

Ia menambahkan, meski sama sekali diketahui tidak memiliki izin dan telah merusak lingkungan, aparat penegak hukum terkesan diam. Pasalnya, kata dia, sejak 2019 lalu hingga kini PT PLM masih beroperasi mencuri kekayaan alam yang ada di Bombana.

“Aparat hukum tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, masa jelas-jelas ada aktifitas yang melawan hukum dibiarkan begitu saja. Atau mungkin aparat hukum di Bombana menganggap itu bukan sebuah pelanggaran jadi dibiarkan begitu saja tindakan melawan hukum didepan mata,” tegasnya.

Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana, Amiadin menyayangkan perbuatan ilegal yang dilakukan PT PLM. Dirinya juga mengaku sangat kecewa dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra yang terkesan membiarkan aktifitas PT PLM tanpa mengantongi izin.

“Pemprov Sultra harus menindak tegas, kalau tidak ada izin kenapa bisa beroprasi dari tahun 2019 sampai sekarang. Jangan sampai masyarakat souzon, karena sampai sekarang perusahaan itu beroprasi tanpa izin,” ucapnya.

Sementara itu, Humas PT Panca Logam, Aswandi saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya sama sekali tidak memberikan tanggapan atau tidak menjawab konfirmasi tentang aktifitas PT PLM yang diduga tidak memiliki izin. (r4)

Facebook Comments