Proyek Kantor Wali Kota Tak Goyah

108
Rancangan Kantor Wali Kota Kendari.

Apa kabar pembangunan Kantor Wali Kota Kendari? Di tengah pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), ditambah lagi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 yang ditetapkan sebesar Rp 1,5 triliun, sebagian besar telah dialihkan (refocusing) untuk penanganan Covid-19. Bahkan jumlah refocusing tidak sedikit, yaitu Rp66,6 miliar.

LAPORAN: MITA, KENDARI.

Wali Kota Kendari H Sulkarnain Kadir soal ini mengaku tidak gentar. Ia bahkan optimis pengerjaan kantor baru yang dianggarkan secara multiyears akan selesai sesuai target yang sudah direncanakan yakni 2022.

Walau begitu, ia mengakui pengerjaan proyek lain selain kantor wali kota, ikut terdampak pandemi.

“Saya tidak pungkiri kalau proyek lain ikut terdampak, namun soal pengerjaan kantor wali kota yang memang sangat penting, saya tetap optimis, proyek pemerintah akan selesai  pada waktunya. Sejumlah proyek dihentikan atau tidak nanti kita lihat, karena ini harus diukur. Termasuk sumber pembiayaannya, ada yang dari pusat, DAK, itu beda-beda semua mekanismenya,” jelas Sulkarnain, Selasa (30/6).

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) H Subhan ST mengungkapkan, wajar saja jika wali kota optimis, karena dalam anggaran untuk pembangunan kantor tersebut sudah lebih dulu dianggarkan untuk 2019 dan 2020. Sedangkan untuk 2021 dan 2022 masih akan dibahas lagi.

“Pembangunan kantor wali kota yang dibagun secara multiyears akan menghabiskan anggaran sekitar Rp250 miliar. Untuk 2019 lalu itu sudah memakan anggaran sekitar Rp57 miliar, pada 2020 ini sudah dianggarkan Rp56 miliar. Jadi, anggaran untuk pembangunan kantor wali kota untuk 2019 dan 2020 itu sudah dianggarkan,” ujar Subhan.

“Adapun untuk anggaran penanganan Covid-19 yang sudah disetujui, memang juga bersumber dari APBD, tapi dari hasil pergeseran-pergeseran anggaran seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Termasuk dana internal dewan dan dana perjalanan DPRD yang ikut dipangkas. selain itu ada dari sumbangan pihak tertentu, dana alokasi khusus (DAK), hingga sumbangan dari pemerintah provinsi,” jelas Subhan.

Lebih lengkap, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kendari Abdul Malik menjelaskan,  pembangunan kantor wali kota sudah dianggarkan sebesar Rp250 miliar. Tahun lalu menghabiskan anggaran sekitar Rp57 miliar yang meliputi pembangunan gedung podium. Sedangkan tahun ini pemkot menganggarkan Rp60 miliar untuk perampungan bangunan (interior) gedung podium. Adapun sisanya sekitar Rp133 miliar rencananya diperuntukkan pada pembangunan tower bangunan setinggi 9 lantai.

“saat ini proyek pemkot terkait pembangunan kantor wali kota masih terus berjalan dan terus kita kebut, meskipun dalam pengerjaanya seluruh kontraktor diwajibkan mematuhi protokol dan mengutamakan kesehatan pekerjanya seperti melakukan pengukuran suhu tubuh, dan pemberian APD (alat pelindung diri) pada pekerja,” tutup Abdul Malik. (*)

Facebook Comments