Petahana Mendominasi, Parpol Masih Berebut Usung Calon Kuat

103
Ilustrasi

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di 7 kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan seluruh petahana akan maju kembali di periode keduanya. Sampai saat ini, petahana setidaknya sudah menuntaskan tugasnya, mengantongi sejumlah rekomendasi partai politik (parpol) yang cukup untuk mendaftar di komisi pemilihan umum (KPU) setempat pada September nanti.

LAPORAN: AL QARATU AINI, KENDARI

Di Konawe Selatan (Konsel), petahana Surunuddin Dangga, setidaknya telah mengunci rekomendasi Partai NasDem (5 kursi), PKB (2 kursi), PKS (1 kursi), dan (PBB 1 kursi). Sudah cukup untuk mendaftar di KPU dari syarat minimal 7 kursi.

Surunuddin sendiri mengatakan tak ada niat untuk memborong semua partai yang memiliki kursi legislatif di Konsel. Ia mengaku memberikan ruang untuk calon lain untuk tampil berlaga. Kendati demikian, di periode keduanya, Surunuddin tak lagi menggandeng wakil bupati saat ini, Arsalim Arifin. Ia lebih memilih tampil bersama kader PKS, Rasyid.

Pilkada Muna, petahana Rusman Emba menargetkan setidaknya mengantongi 15 kursi legislatif, dari total 30 kursi di DPRD Muna. Adapun syarat minimal mendaftar di KPU yakni 6 kursi. Sampai saat ini, Rusman setidaknya sudah mengamankan 10 kursi. Di antaranya Partai Golkar (4 kursi), PKB (4 kursi), dan PKS (2 kursi). Rusman kali ini, meminang Bachrun Labuta sebagai wakilnya.

Kolaka Timur (Koltim), suara parpol masih didominasi untuk petahana, Tony Herbiansyah. Hingga saat ini, rekomendasi parpol di Koltim baru keluar untuk Tony yang resmi bakal maju bersama Ketua Fraksi PKS DPRD Koltim, H Baharuddin. Tony diketahui sudah mengamankan kursi Partai NasDem (8 kursi), Golkar (2 kursi), PKS (3 kursi), dan PBB (1 kursi) dengan syarat minimal 5 kursi untuk mendaftar di KPU.

Kemudian Wakatobi, petahana Arhawi sudah dapat melenggang ke KPU dengan rekomendasi dari partai tempatnya berkiprah. Golkar setidaknya memiliki 9 kursi di parlemen setempat dari total 25 kursi. Hingga saat ini, Arhawi belum secara resmi mendeklarasikan siapa wakil yang akan mendampinginya di Pilkada 2020. Akan tetapi, ia santer dikabarkan akan maju bersama istri anggota DPR RI Hugua, yakni Ratna Lada.

Untuk Konawe Utara (Konut) petahana Ruksamin telah memiliki rekomendasi Partai Golkar (1 kursi), PDIP (3 kursi), dan PBB (7 kursi). Pilkada Konut, untuk dapat mendaftar di KPU minimal mengantingi 4 kursi, dari 20 kursi legislatif setempat.

Ruksamin, diketahui sejak awal sudah pecah kongsi dengan wakilnya saat ini, Raup. Menjadi rival, keduanya bakal tampil sebagai 01. Adapun Ruksamin, telah menggandeng kader Golkar Abu Haera.

Di Buton Utara (Butur) petahana Abu Hasan maju bersama Mantan Ketua KPU setempat, Suhuzu. Dari total 20 kursi DPRD Butur, keduanya baru mendapatkan rekomendasi PDIP, yakni 4 kursi. Tetapi setidaknya telah memenuhi syarat minimal KPU, 20% dari kursi dewan setempat. Abu Hasan pun mengaku optimis bisa melanjutkan periode keduanya bersama Suhuzu.

Konawe Kepulauan (Konkep) petahana Amrullah di periode keduanya, tandem maju bersama Wakil Bupati (Wabup) Konkep saat ini, Andi Muhammad Luthfi. Jadi satu-satunya petahana yang masih harmonis hubungan dengan wakilnya, Amrullah diusung oleh Partai NasDem (2 kursi), PKB (3 kursi), PKPI (2 kursi), dan Demokrat (3 kursi). 10 kursi parlemen sudah diamankan Amrullah dari syarat minimal 4 kursi untuk mendaftar di KPU setempat.

Pengamat politik Sultra Dr Muh Najib Husain menilai, dukungan dari parpol saja belum cukup bagi petahana untuk memenangkan pemungutan suara pada 9 Desember 2020 nanti. Melainkan, petahana juga perlu lebih intens lagi turun ke masyarakat untuk meyakinkan visi dan misi apa yang akan mereka lanjutkan di periode keduanya.

“Masyarakat kita sekarang sudah cerdas. Mereka pasti mengarahkan pilihannya kepada figur yang berkualitas. Baik dari segi akhlak, pemikiran, maupun pengalamannya,” tutur dosen Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO) ini. (*)

Facebook Comments