Penyaluran KUR Alami Perlambatan di Sultra

38
Ilustrasi.

KENDARI, BKK- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, penyaluran program dana kredit usaha rakyat (KUR) di Sulawesi Tenggara pada Januari hingga Mei 2020 sebesar Rp846,72 miliar.

Penyaluran KUR di Sultra mulai mengalami perlambatan sebesar 10,47% pada Maret 2020,  hanya sebesar Rp222,08 miliar. Terparah, terjadi pada Mei 2020 yang hanya menyentuh angka Rp39,92 miliar.

“Porsi penyaluran KUR sektor produksi (nonperdagangan) pada 2020 sebesar 57% masih di bawah target yaitu minimal 60%. Sementara KUR di sektor produksi mulai meningkat sejak 2019,” ujar Kepala OJK Sultra Mohmmad Fredly Nasution, Selasa (28/7).

Di sisi lain, penyaluran kredit ultra mikro (UMi) Pegadaian dari 2017 sampai 2020 mencapai Rp14,63 miliar. Sedangkan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mencapai Rp25,93 miliar.

Fredly mengungkapkan, sektor dominan yang dibiayai KUR di Sultra adalah perdagangan. Sedang sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor juga mengalami kontraksi pada triwulan I tahun 2020 sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sektor ini hanya mampu tumbuh 2%.

Dia berharap, UMKM dapat terbantu dan terus tumbuh di tengah pandemi, serta menjaga stabilitas sistem keuangan sehingga mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama di Sultra.

Fredly menambahkan, jumlah UKM yang terdampak Covid-19 di Sultra sebanyak 17.256 berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Sultra.

“Perlu diingat peran UMKM sangat penting dalam menopang perekonomian negara. Kami minta-baik perbankan, Pegadaian, PNM, dan PUJK terkait lainnya untuk mendukung program subsidi bunga, khususnya bagi UMKM di Sultra,” tutupnya.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil-DJPb) Sultra membeberkan, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dari Agustus 2015 sampai 20 Juli 2020 senilai Rp6,87 triliun dengan outstanding Rp2,6 triliun. (m4/man)

Facebook Comments