Pencairan Insentif Guru Honorer Diupayakan Pekan Ini

527
Asrun Lio. (FOTO: FAYSAL/BKK).

KENDARI , BKK- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengumumkan rencana terbaru pencairan insentif guru honorer dan bantuan sosial untuk 1.000 siswa miskin, bakal dilakukan dalam pekan ini juga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Asrun Lio mengatakan, kebijakan sudah diteken oleh gubernur Sultra Ali Mazi dan diupayakan cair pekan ini.

Guru honorer dalam hal ini adalah mereka yang ada di bawah kewenangan Dikbud, mulai dari guru sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB).

“Pencairan insentif guru honorer diupayakan minggu ini sudah dicairkan. Karena, sudah asistensi dan Pak Sekprov juga sudah paraf, dan peraturan gubernurnya sudah selesai juga. Jadi, kita harapkan minggu ini sudah tertransfer. Pencairan ini bersamaan dengan bansos 1.000 siswa miskin,” paparnya, saat diwawancarai di gedung DPRD Sultra, Senin (6/7).

Akademisi asal Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menambahkan, pencarian insentif guru honorer Rp1 juta per orang dan siswa miskin tersebut ada beberapa tahapan yang perlu dilalui.

“Kalau guru honorer jumlahnya 4.050 guru kita berikan Rp1 juta per orang, begitupun siswa miskin akan diberikan juga Rp1 juta melalui bantuan operasional pendidikan sebanyak Rp22 miliar, yang terbagi-bagi untuk guru, untuk siswa, dan 1.000 siswa miskin,” ucapnya.

Masih kata dia, untuk siswa miskin dalam data pokok pendidikan (dapodik) banyak, namun pihaknya mengalokasikan saat ini untuk 1.000 siswa miskin dengan melalui seleksi yang cukup ketat.

“Sebanyak 1.000 siswa miskin ini, yang benar belum mendapatkan bantuan lain seperti program Indonesia pintar (PIP),” beber Asrun.

Dikatakan, 1.000 siswa miskin yang di maksud yakni siswa-siswi SMA, SMK dan SLB.

“Dan ini penyaluran langsung ke rekening mereka bersama-sama dengan guru honorer. Dan, ini tidak ada pemotongan,” paparnya. (m3/iis)

Facebook Comments