PDIP Tak Ingin Lukman Abunawas Pindah ke Partai Lain

143

KENDARI, BKK- Menurut Lukman Abunawas, dirinya diangkat jadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) karena partai berlambang moncong putih tidak ingin dirinya pindah ke partai lain.

Melalui media perpesanan, Lukman Abunawas kepada wartawan koran ini tadi malam membeberkan, dia diangkat melalui Surat Keputusan Nomor: 38/KPTS/DPP/VI/2020 tentang Penunjukkan dan Pengangkatan Lukman Abunawas sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Sultra dengan Masa Bakti 2019-2024, ditandatangani Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, tertanggal 30 Juni 2020.

“Hari ini saya dipanggil di DPP PDIP. Setelah saya (ikut) acara di Kantor Kemenpan-RB, saya diundang ke DPP, intinya Ibu Mega sebagai ketum dan Pak Hasto Sekjen DPP PDIP tidak merestui saya pindah ke partai lain,” tutur Lukman, tadi malam (7/7).

“Sejak saya dipanggil atau diundang pada Selasa (30/6) yang lalu, tapi saya tidak hadir karena sakit gigi atau bengkak, lalu undangan yang kedua hari ini (kemarin, red) pukul 14.00 WIB, untuk penyerahan Ketua DPD PDIP Sultra,” lanjut Lukman.

Masih kata dia, dalam acara video conference (vicon) antara Sekjen DPP PDIP bersama Ketua Bidang Pemenangan Bambang dan Koordinator Wilayah (Korwil) DPD PDIP Sultra Wiryanti, menyampaikan secara resmi pemberhentian Drs H Abu Hasan MPd sebagai Ketua DPD PDIP Sultra dan posisinya diberikan kepada Lukman Abunawas.

“Dengan alasan agar Pak Abu Hasan fokus dalam persiapan pilkada di Butur pada Desember 2020. Jadi, posisi kami bertukar tempat. Sebelumnya, saya Dewan Pertimbangan PDIP Sultra, sekarang dijabat Pak Abu Hasan,” beber Lukman.

Diketahui, baru-baru ini berhembus kabar Lukman Abunawas diincar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai sosok ideal pengganti mendiang Imran di kursi Ketua DPD Gerindra Sultra. Lukman Abunawas dipandang sebagai sosok paling ideal dibanding 4 kandidat lainnya dalam daftar incaran Gerindra.

Empat tokoh incaran itu adalah Siska Karina Imran yang kini menjabat Wakil Wali Kota (Wawali) Kendari, sayangnya ia sudah tercatat sebagai Bendahara Umum (Bendum) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Kendari.

Kemudian, Haerul Saleh, kader tulen Gerindra namun ia sedang menghadapi masalah hukum yang sedang ditangani Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabespolri).

Ada juga nama Ketua Gerindra Kolaka Zainal Amri. Dan, entah bagaimana menyelip nama Lukman Abunawas dan gayung bersambut, Lukman kepada wartawan koran ini berapa hari lalu menyatakan siap apabila diberi amanah. (m3/iis)

Facebook Comments