Kasus Penembakan Randi Disidangkan di PN Jakarta Selatan

100

KENDARI, BKK- Kasus penembakan Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dengan tersangka oknum polisi Brigadir AM memasuki babak baru. Kasus tersebut segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Herman Darmawan menuturkan, penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua dilakukan penydik kepolisian pekan lalu, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jaksel.

Dibeberkan, penyidangan kasus di PN Jaksel atas permintaan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra. Dengan pertimbangan ganguan keamanan jika perkara disidang digelar PN Kendari.

“Forkopimda bersurat ke Pengadilan Tinggi (PT) Sultra. Pengadilan Tinggi kemudian menyurat ke Mahkamah Agung, lalu MA mengeluarkan fatwa, isinya agar disidangkan di PN Jaksel,” jelas Herman Darmawan melalui sambungan telepon, Senin (27/7).

Disebutkan, proses pembuktian dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel oleh Jaksa dari Kejati Sultra, Kejari Kendari serta Kejari Jaksel.

“Jadi kita koordinasi dengan Kejari disana. Hakim yang menyidangkan dari PN Jaksel,” tukas dia.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari Ari Siregar menambahkan pelimpahan berkas perkara bersama tersangka dan barang bukti dari Kejari Jaksel ke PN Jaksel dilakukan Senin (27/7) kemarin.

Kata dia, setelah dilakukan pelimpahan, hakim akan meneliti dulu kemudian penetapan jadwal sidang.

“Biasanya seminggu (baru keluar penetapan sidang). Namun, tergantung dari jadwal persidangan disana,” ungkap Ari saat dihubungi melalui telepon, Senin (27/7).

Ari membeberkan, dalam surat dakwaan yang bakal dibacakan pada sidang perdana nanti, pihaknya menerapkan pasal primer 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun pidana penjara dan subsider 351 ayat 3 tentang penganiayaan menyebabkan meninggalnya seseorang, dengan ancaman 10 tahun penjara.

Diberitakan, Brigadir AM ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan Randy, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang tewas saat demontrasi pada Kamis 26 September 2019. (m2/man)

Facebook Comments