Golkar Sultra Bakal Pecat Kader yang Tidak Ikuti Intruksi Partai

58

RAHA, BKK – Partai Golongan Karya (Golkar) Sultra menegaskan bakal melakukan pemecatan kepada kader yang dianggap tidak mengikuti intruksi partai dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang.

Hal ini berdasarkan intruski Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar jika dalam Pilkada serentak mendatang, seluruh kader diwajibkan untuk memenangkan pasangan calon yang diusung partai berlambang pohon beringin itu.

Ketua DPD I Golkar Sultra, Hery Asiku menegaskan seluruh kader diwajibkan untuk mendukung pasangan calon yang diusung partai. Seperti pada Pilkada Muna, Golkar resmi mengusung pasangan Rusman Emba-Bachrun Labuta.

“Ini intruksi DPP Partai Golkar, seluruh pengurus dan kader dari pusat sampai daerah, harus all out memenangkan pasangan Rusman-Bachrun dalam pilkada Muna. Tidak ada tawar menawar,” tegasnya dalam acara Musda Partai Golkar ke X di Muna, Senin (27/7).

Dijelaskannya, jika kedepannya ada kader yang kedapatan tidak tunduk pada intruksi partai, maka bakal diberikan sanksi mulai dari pencabutan kartu tanda anggota (KTA) hingga pemecatan.

“Apalagi kalau ada anggota dewan yang coba coba melawan intruksi partai, akan kita proses bahkan bisa di PAW,” cetusnya.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sultra, Ir Ridwan Bae mengungkapkan pasangan calon Rusman-Bachrun pertama menerima rekomendasi dari Golkar.

Sehingga, menurut dia, Meskipun Rusman Emba adalah kader PDI-Perjuangan akan tetapi, hatinya ada pada Golkar. “Karena Rekom dari DPP Golkar sudah ada, maka suruh kader dan pengurus wajib berjuang dan menangkan pasangan Rusman-Bachrun dipilkada Muna nanti,” bebernya.

Ridwan juga menitip tugas kepada Rusman-Bachrun jika diamanahkan rakyat Muna untuk kembali memimpin Kabupaten Muna dua periode, harus mengembalikan kejayaan Golkar di Muna.

“Saat inikan kursi Golkar di DPRD Muna itu cuma 4. Saya titip pesan sama Rusman jika kembali memimpin Muna dua periode, maka kursi Golkar di DPRD Muna itu harus 11 kursi pada Pilcaleg 2024 nanti,” pungkasnya. (tri/r4)

Facebook Comments