BNNP Sultra Bekuk 2 Pengedar Sabu-Sabu, Salah Satunya Warga Aceh

76
Dua tersangka diamankan di BNNP Sultra (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) meringkus 2 pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Keduanya berbeda jaringan dan dibekuk ditempat berbeda di Kota Kendari. Dari penangkapan itu, petugas BNNP Sultra menyita barang bukti sabu-sabu seberat 293, 99 gram.

Kepala BNNP Sultra, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Ghiri Prawijaya mengungkapkan masing-masing tersangka, MH (31) dibekuk di Jalan Poros Pasar Baruga Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga Kota Kendari, Senin (20/7) sekitar pukul 21.00 Wita.

Dibeberkan, tersangka MH merupakan warga Desa Biara Barat Kelurahan Biara Barat Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, ditangkap saat membawah paket sabu-sabu dari Aceh ke Kota Kendari melalui Bandara Halu Oleo.

“Saat mendapat informasi, kita koordinasi dengan Lanud Halu Oleo untuk memantau sekitar area kedatangan penumpang. Tim mencurigai target (MH), dibuntuti dan ditangkap saat hendak pergi makan,” ungkap Ghiri saat konferensi pers di BNNP Sultra, Selasa (28/7).

Sambung dia, dari penangkapan MH, petugas mengamankan barang bukti 2 bungkus plastik bening dililit lakban berisi sabu-sabu seberat 170, 99 gram.

“Mengakunya baru satu kali (membawah paket sabu-sabu). Namun, dilihat dari jumlahnya barang bukti, diatas 100 gram bisa jadi bukan kali ini saja, petugas masih terus dalami,” ungkap Ghiri.

Selang 3 hari, tepatnya pada Kamis (23/7), Ghiri mengatakan pihaknya menangkapnya tersangka lain, beda jaringan dari tangkapan pertama.

Adalah SM (54) dibekuk di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Kandai Kecamatan Kendari Kota Kendari. “Penangkapan juga berawal dari informasi masyarakat. Target SM, dicurigai menerima paket sabu-sabu dan tim membuntutinya yang saat itu menggunakan mobil, mengarah ke Kota Lama,” ungkap Ghiri.

Lanjut dia, saat target berhenti di depan salah satu minimarket petugas langsung mengamankannya. “Ada 2 bungkus plastik bening diduga berisi sabu-sabu seberat 123 gram diamankan dari SM,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu tersangka MH, mengaku di suruh seseorang membawah narkoba ke Sultra. Dia mengaku dibayar Rp5 juta untuk membawah paket sabu-sabu tersebut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara paling singkat 6 tahun serta paling lama 20 tahun. (m2/r4)

Facebook Comments