Benteng Lipu Kulisusu Butur Masuk 10 Besar Nominasi API

38
Foto Benteng Lipu Kulisusu (Istimewa)

BURANGA, BKK – Salah satu objek wisata bersejarah di Kabupaten Buton Utara (Butur) yakni Benteng Lipu Kulisusu masuk sepuluh besar nominasi anugerah pesona indonesia (API) 2020.

Objek wisata bersejarah di daerah yang berslogan Lipu Tinadeakono Sara itu masuk pada kategori situs sejarah, bersaing dengan sembilan objek wisata lainnya di Indonesia.

Lebih membanggakan lagi, Benteng Lipu Kulisusu berada pada posisi pertama dalam nominasi tersebut. Untuk itu, Pemda Butur tidak tinggal diam, dengan terus menggenjot wisata satu ini agar menjadi yang terbaik di tingkat Indonesia.

“Sekarang kita masih dinominasi teratas, kita akan bersaing dengan 10 kabupaten lainnya se Indonesia,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Butur, Harlin Hari saat ditemui di kantornya, Selasa (28/7).

Harlin mengungkapkan, sembilan pesaing objek wisata andalan Butur tersebut yakni Fort Rotterdam (Makassar), Istana Alwatzikoebillah (Sambas), Istana Damnah (Lingga), Kawasan Kota Tua (Jakarta), Liang Bua Ruteng (Manggarai), Museum Timah (Pangkalpinang), Situs Muara Kaman (Kutai Kartanegara), Taman Tirta Gangga (Karang Asem) dan Tugu RRI Rimba Raya (Bener Meriah).

Dijelaskannya, bukan hanya wisata Benteng Kulisusu masuk nominasi API 2020, melainkan ada tiga objek wisata di Sultra masih masuk dalam nominasi ajang tersebut dengan kategori masing-masing.

“Benteng Lipu Kulisusu kategori situs sejarah, kemudian di Tamborasi (Kolaka) situs destinasi wisata, dan di Buton Selatan masuk kategori wisata alam,” bebernya.

Untuk melengkapi tahapan penilaian dari panitia, pihaknya tengah mendesain foto dan video situs bersejarah itu. Olehnya itu, Harlin berharap masyarakat bisa membantu mendukung wisata tersebut dengan cara mengirim SMS yang dibuka 1 Agustus-31 Desember. Di mana, puncak acaranya pada Februari 2021 mendatang di Kalimantan Selatan.

Sekedar informasi, Benteng Lipu sendiri merupakan salah satu bukti sejarah kekuatan Barata Kulisusu di bawah Pemerintahan Lakino Kulisusu pada abad ke XVII. Benteng ini didirikan atas prakarsa seorang tokoh syiar Islam pada masa itu, Buraku (Gaumalanga). Benteng Lipu sengaja dibangun untuk mencegah serangan pasukan Tobelo dari daerah Maluku dan tentu saja mencegah para penjajah Belanda.

Tembok Benteng Lipu terbuat dari susunan batu kapur dengan tinggi tembok mencapai 4 meter dan luas 13 hektar. Dibangun 600 M di atas permukaan laut dengan luas areal 12,9 hektare, menjadikan benteng ini sebagai pelindung yang kokoh bagi masyarakat setempat yang bermukim di dalam kawasan benteng kala itu. (dar/r4)

Facebook Comments