Begini Skenario Ujian UTBK USN Kolaka di Masa Pandemi Covid-19

78

KOLAKA, BKK – Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menetapkan skenario Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020.

UTBK-SBMPTN yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 mengharuskan perguruan tinggi menyiapkan skenario penerapan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang harus diikuti peserta pada saat pelaksanaan UTBK-SBMPTN tersebut.

Wakil Rektor Bidang Akademik USN, Prof Ruslin Hadanu menjelaskan, saat masuk dalam kawasan kampus, peserta UTBK-SBMPTN langsung dijemput petugas untuk diukur suhu tubuhnya. Bagi peserta yang merasa suhu tubuhnya belum normal, bisa mendinginkan diri atau mencuci muka, setelah itu diukur suhu tubuhnya.

“Karena jangan sampai kita menzolimi peserta. Mereka wajib untuk menggunakan masker,” ujarnya saat ditemui pada kegiatan pembekalan petunjuk pelaksanaan UTBK-SBMPTN di Auditorium USN Kolaka, Jumat (3/7).

Disebutkan, bagi pengantar hanya diizinkan sampai pintu masuk, mereka juga tidak diperbolehkan berkerumunan sesuai instruksi dari gugus tugas kabupaten. Selama berada di lingkungan kampus, peserta tetap menjaga jarak minimal satu setengah meter, antara peserta satu dan lainnya.

Kemudian, peserta akan dijemput  penanggung jawab lokasi kemudian oleh penanggung jawab ruangan, peserta akan diarahkan untuk pemeriksaan dokumen. Setelah itu mereka absen satu per satu. Lalu, duduk di kursi yang sudah disterilkan panitia.

“Semua perlengkapan yang dibawa peserta tetap diamankan pengawas ruangan. Mengantisipasi terjadinya kecurangan,” katanya.

Setelah peserta selesai mengikuti UTBK-SBMPTN, saat keluar ruangan ujian pun peserta tetap harus menjaga jarak dengan peserta lainnya. Protokol kesehatan penanganan Covid-19 ini mesti tetap dilakukan peserta sekalipun telah berada di luar kampus USN Kolaka.

Usai pelaksanaan UTBK-SBMPTN sesi pertama, pengawas ruangan akan mensterilkan ruangan dan segala peralatan yang digunakan peserta sesi satu dan kemudian sesi kedua.

Peserta yang menunjukkan gejala demam dan lainnya, tidak diizinkan untuk mengikuti UTBK-SBMPTN. Ketidakikutsertaan peserta tersebut dalam ujian akan direlokasi dan dilaporkan ke Panitia UTBK Pusat.

“Bila ada peserta yang terlambat 15 menit sebelum ujian sementara peserta lainnya sudah berada dalam ruangan ujian, maka peserta yang terlambat ini tidak diikutkan ujian,” jelasnya. (m5)

 

Facebook Comments