Pemerintah Beri Subsidi Bunga bagi UMKM

66
Ilustrasi

Setelah memberlakukan kebijakan restrukturisasi kredit, pemerintah kembali memberikan dukungan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan dalam bentuk subsidi bunga untuk kredit atau pembiayaan milik UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 lewat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program ini berlaku selama enam bulan, terhitung sejak 1 Mei 2020.

Laporan: Waty, Kendari.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) Moh Fredly Nasution mengatakan, Selasa (23/6), koordinasi dan pemberian informasi dalam rangka subsidi bunga UMKM dilakukan dengan beberapa langkah.

Pertama, OJK menyampaikan informasi mengenai debitur UMKM di perbankan, perusahaan pembiayaan, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dan PT Pegadaian (Persero) yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Kedua, informasi mengenai debitur UMKM di perbankan dan perusahaan pembiayaan merupakan data yang terdapat dalam sistem layanan informasi keuangan (SLIK) yang dikelola oleh OJK, sedangkan informasi mengenai debitur UMKM di PT Permodalan Nasional Madani dan PT Pegadaian merupakan informasi yang berasal dari kedua perusahaan tersebut yang disertai surat pernyataan direksi mengenai kebenaran data dan informasi yang disampaikan.

Ketiga, lanjut dia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menggunakan informasi yang disampaikan OJK sebagai dasar pemberian subsidi bunga.

Kriteria Penerima Subsidi

Lebih jauh, Fredly menjelaskan, ada sejumlah kriteria UMKM penerima subsidi bunga, yakni, pertama, memiliki plafon kredit atau pembiayaan paling tinggi Rp10 miliar.

Kedua, UMKM yang memiliki sisa pokok (baki debet) kredit/pembiayaan sebelum masa pandemi Covid-19 terdapat baki debet sampai dengan 29 Februari 2020.

Dan ketiga, UMKM tidak termasuk dalam daftar hitam nasional. Keempat, UMKM memiliki kategori performing loan lancar (kolektibilitas 1 atau 2) dihitung per 29 Februari 2020.

Kelima, UMKM memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) atau mendaftar untuk mendapatkan NPWP.

Besaran Subsidi

“Besaran subsidi bunga/margin terbagi dalam dua bagian. Pertama, kredit/pembiayaan dari lembaga penyalur program kredit pemerintah di mana UMKM yang memiliki kredit/pembiayaan sampai dengan Rp10 juta diberikan subsidi sebesar bunga/margin yang dibebankan. Subsidi paling tinggi 25% atau disesuaikan dengan suku bunga/margin flat/anuitas yang setara untuk jangka waktu enam bulan,” paparnya.

Kemudian, UMKM yang memiliki kredit/pembiayaan di atas Rp10 juta-Rp 500 juta diberikan subsidi bunga/margin sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% selama 3 bulan kedua atau disesuaikan dengan suku bunga/margin flat/anuitas yang setara.

UMKM yang memiliki kredit/pembiayaan lebih dari Rp500 juta sampai dengan Rp10 miliar diberikan subsidi bunga/margin sebesar 3% selama 3 bulan pertama dan 2% selama 3 bulan kedua atau disesuaikan dengan suku bunga/margin flat/anuitas yang setara

Kedua, kredit/pembiayaan dari perbankan atau perusahaan pembiayaan, di mana UMKM yang memiliki kredit/pembiayaan kurang dari atau sama dengan Rp 500 juta diberikan subsidi bunga/margin sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% selama 3 bulan berikutnya atau disesuaikan dengan suku bunga/margin flat/anuitas yang setara.

Sementara, UMKM yang memiliki kredit/pembiayaan lebih dari Rp500 juta sampai dengan Rp10 miliar diberikan subsidi bunga/margin sebesar 3% selama 3 bulan pertama dan 2% selama 3 bulan berikutnya atau disesuaikan dengan suku bunga/margin flat/anuitas yang setara.

Penghitungan subsidi bunga atau margin sesuai dengan besaran subsidi bunga/margin dihitung dengan formula (besaran subsidi x baki debet x hari bunga atau hari margin) dibagi 360.

“Setiap UMKM yang memiliki kredit/pembiayaan kumulatif di atas Rp500 juta sampai dengan Rp10 miliar harus memperoleh restrukturisasi kredit dari PEN. (*)

Facebook Comments