PDIP Sultra Tafsir Pilkada 2020 Bakal Banyak Makan Modal Kandidat

31
Agus Sanaa.

KENDARI, BKK – Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra) Agus Sanaa menafsirkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 bakal memakan banyak “modal” para kandidatnya.

Hal tersebut diungkapkannya karena melihat jalannya pilkada 2020 yang bakal digelar dengan pelaksanaan kampanye melalui media massa, dan para kandidat pun tak bisa mengumpulkan masyarakat, tak ada kampanye akbar demi menghindari penyebaran virus corona (Covid-19).

“Pelaksanaan pilkada ini akan menjadi hal baru di Indonesia utamanya Sultra. Dan saya pikir ini tidak akan berjalan normal seperti biasa. Karena baik penyelenggara, pengawas, maupun peserta pilkada sendiri bakal menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujar Agus, Selasa (2/6).

Ia pun mempertanyakan, apakah ada dari pihak penyelenggara yang akan memastikan jika masyarakat yang datang dapat dikontrol jumlahnya saat kandidat melakukan konsolidasi langsung dengan menerapkan physical distancing.

“Dengan keadaan ini, dimana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menekankan bahwa kampanye lebih difokuskan lewat media, tentu akan lebih banyak memakan anggaran para kandidat. Kita perlu media untuk mempublikasikan pasangan calon (paslon) yang akan maju, dan itu tentu akan memakan anggaran tersendiri. Misalnya untuk pengadaan iklan,” paparnya.

Ia juga memperkirakan bahwa partisipasi publik akan menurun, karena tidak mendapatkan kepentingan secara langsung antara kandidat dan pemilih.

Tapi, kata dia, bagusnya ini akan mengurangi praktik politik uang. Tapi pamor kandidat juga bakal menurun, petahana yang dapat keuntungan karena langsung turun ke masyarakat menyalurkan bantuan Covid-19.

“Bisa saja masyarakat yang melihat pendatang baru, dia pikir tidak mendapat apa-apa. Akibatnya, merasa tidak penting dan tidak akan memilih,” pungkasnya. (p5/nir)

Facebook Comments