Partisipasi Masyarakat Tentukan Suksesnya Pesta Demokrasi

76
Ilustrasi

Banyak pihak yang meragukan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda bakal berakhir. Kendati demikian, partisipasi masyarakat diharapkan tidak luntur demi menghasilkan kepala daerah terbaik yang bakal mengemban amanah selama 5 tahun ke depan.

LAPORAN: AL QARATU AINI QURAISIN, KENDARI.

Setelah sempat ditunda akibat pandemi Covid-19, tahapan Pilkada 2020 resmi dilanjutkan pada 15 Juni lalu. Pemungutan suara pun bakal digelar 9 Desember mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Abdul Natsir Muthalib mengaku, pihaknya paham betul jika pilkada di tengah pandemi tentu berdampak pada psikologis pemilih maupun penyelenggara sendiri. Tetapi ia yakin, jika semua pihak menyamakan persepsi, maka pilkada 2020 dapat berjalan sukses.

“Kegelisahan dan pesimisme atas dilanjutkannya Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 itu wajar. Tetapi bagi kami penyelenggara, tentu sepanjang semuanya dilengkapi protokol kesehatan Covid-19, maka ini tugas yang harus disukseskan,” ujar pria yang akrab disapa Ojo.

Ia berharap, angka partisipasi masyarakat tidak menurun, sebab pemerintah tengah mempersiapkan protokol kesehatan untuk pemilih maupun penyelenggara.

“Angka partisipasi pemilih kita, selama 3 kali pilkada sebenarnya di banyak daerah sudah melampaui rata-rata nasional. Sultra secara nasional sudah mencapai 77,55% untuk pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg). Sedangkan untuk pilkada baik level kabupaten/kota maupun provinsi, itu kita sudah capai 79%,” ungkap Ojo.

Melihat 7 daerah Pilkada 2020 di Sultra, sambung Ojo, seperti di Buton Utara (Butur) yang angka partisipasi pemilihnya sudah mencapai 80% dan Konawe Utara (Konut) yang bahkan 88%. Berarti kata dia, kesadaran memilih masyarakat Sultra sudah sangat tinggi dan menjadi hal yang menggembirakan dalam jalannya pesta demokrasi.

“Tentu saja sekarang berbeda situasinya. Tetapi bagaimana masing-masing pihak memastikan registrasi pemilih pada pemutakhiran data. Bagaimana pendaftaran pemilih bisa berjalan baik yang artinya memenuhi syarat sebagai pemilih dan masuk dalam daftar pemilih,” kata Ojo.

Pakar komunikasi politik Sultra Dr Muh Najib Husain mengatakan, dukungan masyarakat sangat penting atas berlangsungnya sebuah pesta demokrasi. Olehnya, masyarakat juga perlu dilibatkan, misalnya dalam pengawasan partisipatif yang selama ini dijalankan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Kita tahu Bawaslu itu personelnya hanya berapa orang. Maka, pengawasan partisipatif itu harus ditingkatkan, agar masyarakat betul-betul terlibat untuk kemudian mendukung proses pilkada ini,” ujar Najib.

Masyarakat juga, kata dia, dapat berpartisipasi meramaikan pilkada dengan membagi informasi seputar tahapan pilkada agar setiap lapisan masyarakat dapat lebih bersiap diri menentukan calon kepala daerah yang akan dipilihnya.

Pemilihan serentak 2020, kata dia, haruslah sehat dan berkualitas. Pasalnya, pihaknya tidak menginginkan jika pilkada dilangsungkan dengan protokol kesehatan yang terpenuhi tetapi kualitasnya menurun. Atau kualitas pilkada yang bagus tetapi banyak penyelenggara yang gugur seperti Pemilu 2019 lalu. (*)

Facebook Comments