Konsep New Normal dan Teori Kurt Lewin

Oleh: Edwin Palallo

1.520

KONSEP new normal life belakangan ini viral atau diperbincangkan hampir di seluruh dunia. Istilah new normal merupakan konsep dari badan kesehatan dunia (WHO) yang merujuk pada kondisi kenormalan yang berbeda dengan masa prapandemi covid-19.

New normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, tetapi ditambah dengan penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Prinsip new normal adalah bisa menyesuaikan dengan pola hidup. Dalam konsep new normal, aktivitas hidup akan dikembalikan pada kondisi sebelum terjadinya Covid-19 dimana masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dan harus menerapkan protokol pencegahan penularan virus di setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Perubahan ini tidak semata-mata langsung terjadi, dibutuhkan kajian yang matang agar dalam proses perubahan tersebut menghasilkan sesuatu yang diharapkan bukan malah mempersulit keadaan. Hal ini sesuai dengan teori manajemen perubahan yang dikemukakan oleh Kurt Lewin bahwa dalam menghadapi tekanan, organisasi harus melakukan perubahan hingga perubahan tersebut menghasilkan sesuatu yang diharapkan.

Menurut Lewin (1951), perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap organisasi, individu, atau kelompok. Teori ini memfokuskan pada pertanyaan “mengapa”, yaitu mengapa individu, kelompok, atau organisasi berubah. Dari situ Lewin mencari tahu bagaimana perubahan dapat dikelola dan menghasilkan sesuatu. Lewin berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan keengganan (resistances) untuk berubah, perubahan itu sendiri dapat terjadi dengan memperkuat driving forces itu atau melemahkan resistances tersebut. Dari situlah Lewin merumuskan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengolah perubahan, yaitu unfreezing, changing, dan refreezing.

Unfreezing merupakan suatu proses penyadaran tentang perlunya atau adanya kebutuhan untuk berubah. Changing merupakan langkah yang berupa tindakan, baik memperkuat “driving forces” maupun memperlemah resistences. Refreezing merupakan upaya membawa kembali organisasi kepada keseimbangan yang baru (a new dynamic equilibrium).

Jika dikaitkan antarkonsep new normal life dengan teori Lewin, ini berbanding lurus dalam proses terjadinya perubahan.

Kasus pandemi Covid-19 yang mulai muncul pada akhir 2019 dan masih terjadi hingga saat ini telah mempersulit semua orang tanpa terkecuali. Hal inilah yang mendasari diberlakukannya new normal dengan melakukan perubahan pada pola hidup masyarakat agar tetap dapat beraktivitas di tengah pandemi covid-19. Hal ini juga menjawab pertanyaan dari teori Lewin “mengapa” perubahan tersebut dilakukan. Jika dikaitkan dengan tahapan melakukan perubahan dalam teorinya, kita dapat menganalisis sebagai berikut:

Pertama, unfreezing dapat dilihat dari pergerakan manusia yang mulai sadar bahwa harus beradaptasi dan membuat perubahan yang efektif untuk memperbaiki keadaan di tengah pandemi Covid-19.

Kedua changing, ini terlihat dari aturan-aturan dan protokol penanggulangan covid-19 yang diberlakukan untuk melawan virus tersebut.

Terakhir yaitu refreezing, ini terlihat dengan diberlakukannya konsep new normal sebagai upaya dalam membawa kembali manusia pada kehidupan yang baru.

Mengacu pada teori Lewin, apabila dilakukan perubahan dengan langkah yang tepat, maka perubahan tersebut akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Begitupun dengan diberlakukannya new normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang tepat dan didukung dengan kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan pemerintah, maka perubahan ini akan menjadi langkah efektif dalam menyesuaikan diri agar dapat bertahan hidup di tengah kasus pandemi covid-19. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka. 

Facebook Comments