Iklan Atas Header

Sulkarnain Kini Didampingi Wanita Pertama Jabat Wawali

105

-IKLAN-

Siska Karina Imran (kiri) dan pesaingnya, Andi Jaya Putra (kanan), dalam Pilwawali 5 Maret 2020 lalu.

Perjalanan panjang untuk menghasilkan sosok pendamping Wali Kota Kendari yang telah kosong sejak Maret 2018 lalu akhirnya menemui titik terang. Ditandai dengan dilantiknya wawali terpilih, Siska Karina Imran, istri mantan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP).

LAPORAN:  MITA, KENDARI

Pelantikan dilakukan usai surat keputusan (SK) pengangkatan Siska diteken Menteri Dalam Negeri (Mendagri), lumayan lama keluarnya, kurang lebih 2 bulan berproses.

Perjuangan Siska untuk menduduki kursi nomor 2 di Kota Kendari melalui banyak kendala. Bahkan setelah dirinya dinyatakan menang dari rivalnya, Andi Jaya Putra (AJP), pada pemilihan 5 Maret 2020 lalu di Gedung Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, pelantikan Siska harus ditunda dikarenakan merebaknya wabah Covid-19.

Ketua DPRD Kota Kendari H Subhan mengatakan, Selasa (5/5), jika saja Covid-19 tidak ada, maka di Maret itu juga wawali pasti telah dilantik, tanpa harus menunggu waktu yang lama. Pasalnya sejak dipilih di DPRD, dewan langsung menyerahkan surat pengangkatan Siska ke gubernur untuk diproses.

“Kita perlu syukuri, bahwa di tengah Covid-19 yang semakin banyak, pelantikan wawali terpilih yang tidak kita duga karena terkendala wabah ini bisa terlaksana. Sehingga Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir akan dibantu sosok perempuan di sisa masa jabatan 2017-2022,” kata Subhan.

Senada, pihak pemprov juga sempat mengeluhkan terlambatnya SK pengangkatan Siska.

Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Sultra La Ode Ali Akbar mengungkapkan, Rabu (29/4), sejak 13 Maret lalu SK usulan pengangkatan Siska menjadi wawali telah tiba di meja Mendagri sebelum proses pengangkatan Wagub Jakarta. Namun, lagi-lagi untuk segera mengambil SK itu pihaknya harus menunggu instruksi dari pusat.

“Tapi, melalui usaha yang terus dilakukan, akhirnya SK pengangkatan dari Kemendagri tiba pada 30 April melalui jasa pengiriman kilat,” beber dia.

Siska menjadikan dirinya pencetak sejarah baru dalam pemerintahan Kota Kendari sebagai wawali pertama perempuan sejak Kota Kendari diresmikan sebagai kotamadya pada 27 September 1995.

Kembali soal perjalanan panjang Siska yang harus menunggu 2 tahun untuk menggantikan suaminya, terdapat kisah yang nyaris memecahkan hubungan baik Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pemilihan Wawali Kendari.

Sama-sama menjadi partai pengusung ADP-Sul selain Partai Kebagkitan Bangsa (PKB), PAN dan PKS sempat berselisih paham.

Tepatnya saat PKS yang tidak mengakui keikutsertaanya dalam menandatangani keputusan penentuan wawali jatuh kepada Siska Karina Imran dan Rahman Tawulo.

“Saat penentuan 2 nama benar dan jelas adanya jika Sekretaris PKS Kota Kendari Riki Fajar hadir dan ikut menandatangani keputusan itu. Bahkan, setiap rapat yang dilaksanakan sebanyak 3 kali, PKS selalu ada dan itu ada tanda tanganya,” terang Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Kendari Alhabsi Tombili, Maret 2019 lalu.

Tidak mengakui, PKS  membantah keterlibatannya menyetujui usulan wawali tersebut. Karena menurut PKS, kehadiran Riki Fajar hanya sebatas perwakilan partai yang mendukung usulan PAN dan PKB.

“Kita juga partai pengusung, jadi kita punya hak untuk mengajukan calon sendiri sama seperti PAN dan PKB. Soal tanda tangan sekretaris PKS itu hanya sebatas mendukung saja, bukan dalam artian PKS menyetujui hanya 2 nama itu yang akan ikut bertarung,” terang Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPW) PKS Sultra Yaudu Salam Ajo beberapa waktu yang lalu. (*)

Facebook Comments