Iklan Atas Header

Mode Pembelajaran Virtual Selama Masa Pandemi Corona

99

-IKLAN-

Ilustrasi

Terhitung sejak bulan Maret lalu, baik pelajar maupun mahasiswa diliburkan dari kelas offline. Tetapi materi pembelajaran tetap berjalan, yaitu dengan program belajar di rumah atau menggunakan pembelajaran virtual. Banyak hal seru yang baik guru maupun siswa sendiri alami, karena pertama kalinya, di tengah pandemi corona, berbulan-bulan pembelajaran dilakukan secara online.

LAPORAN: AL QARATU AINI QURAISIN, KENDARI.

Salah satu guru Pesantren Ummusshabri Kendari, Hamira mengaku, sekolah tempatnya mengajar mulai memberlakukan belajar dari rumah sejak 16 Maret 2020 lalu dengan pertimbangan dasar instruksi pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19).

“Karena baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini, dimana kita harus intens tetap melangsungkan proses belajar-mengajar dengan para murid, maka sekolah sebelum diliburkan juga sempat rapat dulu untuk membahas aplikasi apa yang bagus untuk pembelajaran daring,” ujar Hamira lewat pesan WhatsApp-nya, Rabu (13/5).

Tetapi akhirnya, lanjut Hamira, sekolah pun memutuskan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan para guru dalam memilih aplikasi untuk memudahkan proses pembelajaran dengan para murid-nya.

“Kalau saya sendiri biasanya menggunakan Google Classroom untuk memberikan materi tertulis ataupun tugas untuk dikerjakan. Juga aplikasi seperti Quizizz, karena saya mengajar Bahasa Inggris, aplikasi ini memudahkan murid yang saya ajar untuk belajar sambil bermain,” kata Hamira.

Selain itu, jika ingin memberikan penjelasan langsung pada muridnya, Hamira mengaku menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings.

“Disini serunya, saat memberikan materi lewat online, ya cukup jauh berbeda dengan memberikan materi langsung di kelas offline. Pertama kali sih cukup tegang dan ada lucu-nya juga sih, tapi lebih ke have-fun aja kita,” tuturnya.

Yang terpenting, kata Hamira, bagaimana para murid bisa nyaman dengan kelas online yang guru berikan. Misalnya bisa lebih dengan melakukan pendekatan emosional dengan menanyai murid apa saja kegiatan yang mereka lakukan selama di rumah aja sebelum memulai pembelajaran.

“Jadi sambil menunggu lengkapnya murid dalam kelas online yang saya ajar, biasanya saya tanya-tanya dulu mereka yang udah ikut gabung (kelas online) gimana pendapatnya pas belajar di rumah aja lewat online begini, atau bahkan hal kecil seperti menanyai gimana kabar mereka,” ucapnya.

Diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahkan tengah menyiapkan skenario belajar dari rumah hingga akhir 2020. Setidaknya, hingga kini tercatat sudah 97,6% sekolah yang melakukan pembelajaran jarak jauh.(*)

Facebook Comments