Bulog Sultra Serap Hampir 7 Ribu Ton Beras Petani Lokal

115
Ermin Tora. (FOTO:WATY/BKK)

Kendari, BKK- Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengklain telah menyerap hampir 7 ribu ton beras petani lokal.

“Realisasi sampai 22 Mei 2020 hampir 7 ribu 000 ton. Kami menargetkan bakal menyerap sebanyak 20 ribu ton beras petani di Sultra sepanjang 2020,” ujar Kepala Bulog Divre Sultra Ermin Tora, Rabu (27/5).

Pasokan tersebut, sambung dia, selain digunakan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi virus corona (Covid-19), juga untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar.

“Selama pandemi virus corona, permintaan terhadap beras Bulog di Sultra mengalami peningkatan. Kendati demikian, pasokan beras diprediksi masih akan surplus hingga Juni 2020 mendatang,” katanya.

Ermin menuturkan, pihaknya tetap bisa melayani permintaan masyarakat, karena stok beras di gudang Bulog cukup tersedia. Selama Mei, beras yang diserap (beli) masih lebih banyak dari pada yang disalurkan.

“Bahkan, saat ini kita masih punya (stok) sekitar 6 ribu ton. Musim panen padi di Sultra juga relatif berlanjut hingga akhir tahun,” ketusnya.

Bulog juga memastikan ketersediaan gula pasir untuk masyarakat Sultra. Upaya yang dilakukan yakni rutin mendistribusikan gula pasir kepada para pedagang di pasar serta melakukan penjualan langsung kepada konsumen dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 12.500 per kilogram (kg).

“Kami melakukan penetrasi dengan distribusi ke kios-kios di pasar. Harapannya, harga gula bisa berangsur turun dan memang saat ini sudah mulai turun.  Kami juga melakukan penjualan langsung di depan kantor Bulog Sultra,” imbuhnya. (m4/man)

Facebook Comments