Berbulan-bulan Tak Pulang, Lebaran di Rumah Sakit

94
Ilustrasi

Tenaga medis menjadi salah satu pihak yang tidak tidur dalam menangani pasien virus corona (Covid-19). Sejak masuknya virus corona di Indonesia (diumumkan oleh Presiden Joko Widodo) pada 2 Maret lalu, dan Sulawesi Tenggara (Sultra) sendiri sejak 19 Maret 2020, para tenaga medis siang dan malam terus berusaha merawat pasien Covid-19.

LAPORAN: AL QARATU AINI QURAISIN, KENDARI.

Salah satu perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Kendari, Mulyanto menceritakan, lebih dari 2 bulan sejak RS menangani pasien Covid-19, pihaknya sudah tidak pernah lagi pulang ke rumah.

Alasannya, selain sibuk berjuang di garda terdepan, ia juga tak ingin mengambil risiko membahayakan kesehatan anggota keluarganya, khawatir membawa virus usai merawat pasien positif corona.

“Sudah lebih 2 bulan kami para perawat yang menangani pasien Covid-19 di RS Bahteramas ini tidak pernah lagi berkumpul bersama keluarga. Bahkan Lebaran tahun ini pun tidak pulang, karena takut kenapa-kenapa dengan keluarga,” ujar Mulyanto, yang anak-istrinya berdomisili di Unaaha Kabupaten Konawe.

Meski sedih tak bisa merasakan momen kemenangan pada Lebaran tahun ini, Mulyanto mengaku bersyukur karena setidaknya ia masih bisa bertukar kabar dengan keluarganya di Unaaha melalui video call.

“Istri saya nanya, kapan pulang. Saya jawab sampai Covid-19 ini benar-benar hilang. Sudah rindu sekali dengan keluarga, niat pulang sih ada, tapi belum berani. Kalau nekat pulang takutnya bawa virus,” tuturnya pilu.

Namun rupanya Mulyanto tak sendiri, di RS Bahteramas setidaknya ada 30 orang perawat lainnya merasakan hal yang sama. Ia membeberkan, dalam bertugas, jadwal kerja perawat dibagi 2 dalam sebulan. Masing-masing kelompok berjumlah 15 orang.

“Jadi ada 2 shift. Jika 15 perawat bertugas, yang 15 lainnya stay di tempat karantina yang sudah disediakan. Habis 2 minggu bertugas merawat pasien corona, selanjutnya digantikan dengan 15 perawat lainnya. Jadi ada jeda untuk beristirahat,” katanya.

Sebagai seorang perawat yang langsung berkontak dengan pasien positif corona, Mulyanto ingin mengingatkan kepada masyarakat Sultra untuk tetap menaati protokol pencegahan Covid-19. Karena dengan begitu, setidaknya masyarakat mendukung kinerja mereka yang telah berkorban menanggung resiko ikut terpapar, bahkan tidak berkumpul bersama keluarga dalam waktu yang lama.

Senada, dokter RS Bahteramas Tety Yuniarty Sudiro berpesan pada masyarakat untuk bersabar dan terus mengikuti imbauan pemerintah, untuk tidak berpegian jika tidak dalam keadaan mendesak serta tidak berada dalam keramaian.

Sebagai manusia biasa, dr Tety dan tim medis lainnya sempat mengaku cemas dengan meningkatnya jumlah pasien positif corona.

Sehari-hari ia dan tim medis lainnya harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap yang biasa terasa menyesakkan dan pengap.

“Kita harapannya jumlah kasus positif corona ini bisa cepat ditekan, segera ada penurunan. Jangan sampai jumlah pasien positif melebihi kemampuan rumah sakit. Para tenaga kesehatan disini sebenarnya sudah sangat ingin kembali berkumpul dengan keluarga. Tetapi kami tetap semangat dalam bertugas, Insya Allah kerja ikhlas ini berbuah pahala dan pertolongan dari Allah SWT,” ungkapnya. (*)

Facebook Comments