Iklan Atas Header

Sudah 4 Positif Corona, DPRD Kendari Minta Pengetatan Bandara dan Pelabuhan

47

-IKLAN-

Rajab Jinik. (MITA/BKK)

KENDARI, BKK- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari meminta pemerintah kota (pemkot) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memperketat pengawasan keluar masuk baik di bandara maupun di pelabuhan.

Hal itu didengungkan Ketua Komisi III DPRD Kendari Rajab Jinik untuk mencegah infeksi lebih luas virus corona yang saat ini semakin mengkhawatirkan.

Apalagi, lanjut dia, ada penambahan 3 kasus baru yang positif corona berasal dari Kota Kendari. Seluruhnya berjumlah 4 kasus, namun seorang dinyatakan sembuh.

“Di Bandar Udara (Bandara) Halu Oleo dan pelabuhan yang ada di Kota Kendari termasuk perbatasan harus lebih diawasi secara ketat, karena kita tidak ingin ada penambahan lagi,” desak Rajab Jinik.

Menurut dia, Bandara dan pelabuhan memiliki tingkat kerawanan tinggi yang bisa menularkan virus corona di Kota Kendari termasuk kabupaten lain di Sultra, dari orang-orang luar daerah yang banyak ditemukan virus corona padanya, utamanya dari Pulau Jawa.

“Akses inilah  harus dilakukan pengawasan ketat, melihat masih bebasnya orang keluar masuk, sehingga langkah untuk mencegah penyebaran virus corona bisa terlaksana di berbagai lokasi di Kendari,” ujar Rajab.

Ia menjelaskan, meskipun Pemkot Kendari sudah melakukan langkah-langkah yang dimaksud, tetapi harus ada dukungan dari pemerintah provinsi (pemprov) utamanya penjagaan di pelabuhan dan bandara.

“Pemprov harus ikut membantu di kota, karena percuma kita lakukan pengawasan ketat di kota, tetapi akses-akses di wilayah Sultra lainya dibiarkan begitu saja keluar masuk secara bebas. Harus ada kerja sama antara keduanya, termasuk pemerintah kabupaten lainya,” jelasnya. (m1)

Facebook Comments