Iklan Atas Header

Rasa Was-Was, Tidur pun Tak Nyenyak

111

-IKLAN-

Saat banjir melanda rumah warga di bantaran Sungai Wanggu. (NIRWAN/BKK)

Bagi warga di bantaran sungai wanggu, banjir bukanlah hal baru lagi bagi ratusan kepala keluarga (KK) yang bermukim di wilayah ini. Tiap musim penghujan tiba dengan durasi yang cukup lama dan intansitas tinggi, ratusan rumah yang bermukim terendam banjir.

LAPORAN: NIRWAN, KENDARI

Kepala Rukun Warga (RW) 06 Kelurahan Lepolepo Kecamatan Baruga Amir mengatakan, tak satu pun warga menginginkan relokasi.

“Makanya, seharusnya wali kota mengundang warga untuk melakukan dialog, biar jelas apa sebenarnya yang diinginkan warga korban banjir ini,” ujarnya, kepada wartawan Harian Berita Kota Kendari, kemarin (5/4).

Amir mengaku, rencana relokasi ini sudah lama digagas pemkot, hanya saja tak satu pun warga yang setuju.

“Karena, tanah di bantaran Sungai Wanggu ini merupakan tanah nenek moyang kita. Apalagi, kita sudah terbiasa tinggal di sini,” tandasnya.

Tokoh masyarakat setempat, Adnan berpendapat, tidak tepat bila solusinya dilakukan relokasi.

Menurut dia, solusi yang tepat adalah memperbaiki rumah warga di bantaran Sungai Wanggu. Dia juga meminta, pemkot membuatkan mereka rumah panggung setinggi 3 meter.

Selain itu, tambah dia, jalan masuk lorong yang memiliki panjang 240 meter, agar tingginya ditambah setara jalan poros.

“Ini sebenarnya yang kami inginkan, agar tidak ada lagi orang-orang yang terisolasi akibat banjir,” paparnya.

Seorang warga Suwardi mengatakan, banjir merupakan hal yang biasa terjadi di bantaran sungai wanggu.

“Bahkan, hampir setiap tahunnya banjir selalu melanda pemukiman kami,” akunya.

Dia bilang, jika banjir kembali melanda, maka dia tidak lagi bekerja sebagai tukang besi. Karena, alas dia, bengkel yang digunakan pasti terendam.

“Makanya, jika musim hujan seperti ini saya selalu was-was, bahkan tidur pun tidak enak. Karena, saya saya takut mesin las sebagai mata pencaharian saya tenggelam dan hanyut dibawa banjir,” tuntas Suwardi. (*)

Facebook Comments