Iklan Atas Header

Ramadan Kali Ini Mungkin Tak Manis Lagi

84

-IKLAN-

Ilustrasi

Menjelang Bulan Suci Ramdan yang kurang lebih 25 hari lagi, harga gula pasir  makin hari kian meroket. Di mana pada saat bulan Ramdan selalu identik dengan yang manis-manis, tetapi kebutuhan pokok yang satu ini harganya sekarang sudah tidak terbendung.

Laporan: Waty, Kendari.

Selain mahal, gula pasir saat ini sangat susah di dapat. Berdasarkan pantuan gula pasir di Indomaret hampir seluruh autlet di kota Kendari sudah kosong sejak 1 minggu yang lalu.

Sementara harga gula pasir di supermarket lain, seperti, Nana jaya mereka sudah menjualkan dengan harga Rp20 ribu per kg, sementara dulu sebelum langka mereka jual di harga eceran tertinggi (Het) yaitu sebesar Rp12.500.

Sementara harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di kota Kendari yang sudah 1 bulan terakhir mengalami kenaikan harga. Di mana harga 1 minggu yang lalu masih Rp18.000 dan kini sudah naik lagi menjadi Rp22. 000 per kg.

Masyarakat mengeluhkan mahalnya harga gula pasir, mereka khawatir jangan sampai kelangkaan ini akan terjadi sampai Ramdan nanti.

Sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Kendari diperhadapkan dengan kenaikan harga gula pasir di pasaran sampai Rp22 ribu per kg.

Salah satu pedagang kue di Wuawua, Indy mengatakan, dirinya mengalami penurunan omset hingga ratusan ribu salah satu pemicunya karna kenaikan gula serta, pengaruh lainnya juga penjualan sepi karena adanya pandemi Covid-19 atau coronavirus.

“Hari-hari normal bisa mendapatkan omset Rp200 ribu kini menurun paling tinggi mendapatakan Rp70-100 ribu saja,” ungkapnya, Selasa (31/3).

Salah satu pedagang sembako di Pasar Mandonga, Risna menuturkan, sudah 1 bulan terakhir ini harga gula terus mengalami lonjakan.

“Stok gula saat ini lagi terbatas. Di distributor pun selalu kosong, sehingga harganya makin mahal,” ujarnya.

Sementara itu, gula pasir per sak (50 kg) kini didapatkan pedagang pengecer dengan harga Rp1 juta. Padahal sebelumnya harganya hanya Rp600.

Bukan hanya itu, Ramadan yang kini di depan mata merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu dan merupakan bulan penuh berkah. Di mana bulan puasa selalu identik dengan hal-hal yang unik yaitu berbuka dengan yang manis. Ketika buka puasa memang selalu identik dengan makanan dan minuman manis, seperti kolak dan juga es buah.

Hal ini membuat masyarakat khawatir jangan sampai mahal gula akan terus meningkat sampai Ramdan nanti.

“Semoga pemerintah bisa secepatnya menstabilkan harga gula, karena gula juga merupakan kebutuhan yang harus ada utamanya di bulan puasa dan lebaran nanti,” ujarnya salah ibu rumah tangga, Nina. (*)

Facebook Comments