Ormas Tolak Haerul Saleh Jadi Calon PAw Almarhum Imran

375
Haerul Saleh.

KENDARI, BKK – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) turut angkat bicara soal calon pengganti antar waktu (PAw) anggota DPR RI Imran yang belum lama almarhum.

Mereka menilai, Haerul Saleh yang memperoleh suara tertinggi kedua pada Pemilu 2019 lalu kurang tepat untuk menggantikan sosok dari ayah Wakil Walikota Kendari Siska Karina Imran, di Senayan.

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menilai, rekam jejak Haerul Saleh tidak bagus untuk citra Partai Gerindra di mata masyarakat.

“Karena pada Pemilihan Calon Legislatif (Pilcaleg) DPR RI 2014 lalu, Haerul Saleh banyak menuai persoalan. Seperti digugat oleh calon lain karena dugaan telah melakukan penggelembungan suara yang berdampak pada pemecatan 5 anggota anggota KPU Kolaka,” ujar Sekretaris BADKO HMI Sultra, Arsadam Moita, Minggu (5/4).

Selain itu, kata Arsadam, setelah Haerul Saleh dinyatakan terpilih dan menjalankan tugas selaku anggota DPR RI pada periode 2014-2019, kita nilai juga tidak banyak melakukan kontribusi nyata bagi masyarakat Sultra.

“Hal ini tentu berimplikasi pada rusaknya tatanan sistem demokrasi di mata kita sebagai masyarakat  yang menyebabkan kurangnya kepercayaan pada kader Partai Gerindra terkhusus Dapil Sultra. Makanya kita harapkan agar dipertimbangkan dengan matang siapa pengganti Pak Imran,” katanya.

Senada, Demo Direktur Institut Kreasi dan Social Indonesia (EDiSi) Enggi Indra Syahputra menilai kurang senang jika Haerul Saleh yang menggantikan almarhum Imran.

“Kita tahu ada catatan buruk beliau, sehingga PAw Partai Gerindra harus lebih selektif dan memperhatikan kepentingan jangka panjang untuk melakukan hal terbaik demi masyarakat Sultra dengan memilih PAw yang lebih berintegritas dan berkualitas,” katanya.

“Tentu hal ini demi menjaga nama baik dan basis massa partai Gerindra di Sultra,” tekannya. (p5/iis)

Facebook Comments Box