Iklan Atas Header

Hari Ini Kota Kendari Masuk Semi Lockdown

114

-IKLAN-

Pemasangan barier beton di Gerbang Ranomeeto, Selasa (31/3)
Pemasangan barier beton di Gerbang Puuwatu, Selasa (31/3)

KENDARI, BKK- Jelang pengetatan dan pengawasan wilayah Kota Kendari, 2 pintu masuk yaitu gerbang Ranomeeto dan gerbang Puuwatu Kemarin (31/3) mulai dipasangi barier beton. Di samping itu, sejumlah petugas tampak mulai berjaga-jaga di perbatasan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terhitung 1 April akan memperketat pengawasan di perbatasan, baik arus masuk maupun keluar. Kebijakan ini diambil melalui Instruksi Wali Kota Kendari Nomor 443.1/907/2020 tertanggal 30 Maret 2020.

“Instruksi tersebut kami berlakukan karena masih banyak kendaraan yang keluar maupun masuk di Kota Kendari setiap hari,” ujar Sulkarnain, Senin (30/3).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari, per hari sekitar 1.000 kendaraan keluar masuk.

Di perbatasan ada tim khusus yang akan ditugaskan.

“Jika ada warga yang datang di Kota Kendari tanpa alasan yang jelas, maka tidak diperbolehkan masuk,” tandasnya.

Dia melanjutkan, yang akan diperbolehkan masuk khusus warga yang memang punya kepentingan mendesak/darurat dan tidak bisa ditunda.

“Tapi, warga yang diperbolehkan masuk tersebut akan didata. Hal itu kita lakukan karena jangan sampai yang masuk ini (warga) kategori orang tanpa gejala (OTG),” tuturnya.

5 Poin Instruksi

Instrusi wali kota memuat 5 poin yang bunyinya sebagai berikut.

Sehubungan dengan semakin masifnya penyebaran coronavirus disease 19 (Covid-19) dan semakin meningkatnya kasus di Indonesia dan Kota Kendari khususnya, maka dengan ini Walikota Kendari Mengeluarkan kebijakan tentang instruksi “Pengawasan Wilayah Perbatasan Kota Kendari”, guna menanggulangi penyebaran dan upaya pencegahan Covid-19 di Kota Kendari.

Pertama, meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan Kota Kendari, khususnya terkait lalu lintas orang baik yang akan masuk maupun keluar dari wilayah Kota Kendari.

Kedua, mengimbau kepada seluruh masyarakat baik yang akan menuju maupun meninggalkan Kota Kendari untuk dapat menunda rencana tersebut sampai wilayah Kota Kendari dinyatakan aman dari potensi penularan Covid-19.

Ketiga, adapun masyarakat yang karena alasan darurat dan mendesak serta tidak dapat menunda perjalanan agar bersedia melalui prosedur pemeriksaan fisik dan wajib memberikan data yang lengkap dan benar sesuai dengan form yang telah disiapkan.

Keempat, untuk pelintas yang membawa pasien gawat darurat, mengangkut kebutuhan pokok masyarakat dan keperluan kedinasan yang dibuktikan dengan surat tugas dan keterangan lainnya akan melalui prosedur khusus dan mendapat prioritas.

Kelima, instruksi ini mulai berlaku pada 1 April 2020 pukul 09.00 Wita dan akan dievaluasi pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi serta kondisi wilayah Kota Kendari.

Kondisi Sultra

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, sejauh ini pasien positif Covid-19 di Sultra masih tetap 3 orang, 1 dari Kota Kendari dan 2 dari Kabupaten Konawe.

Sedangkan untuk pasien suspect Covid-19 juga masih 12 orang. Tersebar di Kota Kendari sebanyak 7 orang, Kabupaten Konawe sebanyak 3 orang, Kota Baubau sebanyak 1 orang dan Konkep sebanyak 1 orang.

Kondisi Nasional

Indonesia pada 31 Maret, mencatat penambahan kasus positif corona, 6 pasien sembuh setelah dinyatakan 2 kali negatif.

“Dan 14 jiwa meninggal dunia, hari ini,” ujar Yuri saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Selasa (31/3) sore.

Secara umum, Indonesia memiliki total 1.528 kasus positif, 136 meninggal, dan 81 sembuh.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat, 1.528 pasien yang terinfeksi Corona itu tersebar di 32 provinsi. Padahal data pada Senin 30 Maret 2020, pasien positif Covid-19 berada di 31 provinsi. (nir-m2/iis)

Facebook Comments