Kameko Jadi Bahan Baku Antiseptik di Muna

79
Bupati Muna, LM Rusman Emba Meninjau Pabrik Pembuatan Etanol Dan Hand Sanitizer , Berbahan Baku Kameko di Desa Bangkali, Kecamatan Watopute

RAHA, BKK – Air sadapan aren atau biasa dikenal dengan istilah “Kameko” (bahasa lokal di Kabupaten Muna) kini dijadikan sebagai bahan baku antiseptik (hand sanitizer).

Antiseptik berbahan baku kameko ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat di pabrik etanol di Desa Bangkali, Kecamatan Watopute.

Kepala Disperindag Muna, La Ode Darmansyah mengatakan saat ini pihaknya telah memproduksi hand sanitizer berbahan baku kameko dalam jumlah besar. “Rencanya kita akan bagikan secara gratis kepada masyarakat, sebagai anti septik untuk mencuci tangan mencegah masuknya virus corona di Muna,” katanya, Kamis (26/3).

Dikatakan, meskipun saat ini pihaknya telah memproduksi dalam jumlah banyak, akan tetapi Disperidag Muna terlebih dulu akan melakukan uji lab di Balai POM Kota Kendari.

Pasalnya, jelas dia, itu dilakukan untuk mensterilisasikan apa yang telah diproduksi demi mencegah adanya informasi jika antispetik berbahan baku kameko itu belum melalui uji lab.

“Kita antisipasi dari awal, jangan sampai dipolitisir lagi. Begitu kita bagikan hand sanitizer produksi lokal ini, nanti ada yang bilang produk itu belum diuji lab. Makanya kita akan bawa di lab POM Kendari,” ujarnya.

Dijelaskannya, jika saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan Balai POM Kendari terkait produksi antispetik tersebut.

“Begitu hasil uji lab di balai POM keluar dan hand sanitizer kita memenuhi syarat untuk digunakan, baru kita bagikan kemasyarakat untuk digunakan mencegah masuknya virus covid 19 di Muna. Salah satu upaya pencegahan itukan, kita harus rajin cuci tangan gunakan alkohol atau antiseptik lainnya,” pungkasnya. (tri/r4)

Facebook Comments