Iklan Atas Header

Suksesi Golkar Sultra Digelar 5 Maret

119

-IKLAN-

KENDARI, BKK- Suksesi kepemimpinan di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara segera digelar menyusul akan berakhirnya kepemimpinan Ridwan Bae yang telah menjalani 2 periode.

Sekretaris DPD I Golkar Sultra Muhammad Basri mengungkapkan, Minggu (9/2), berdasarkan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, dengan batas waktu yang diberikan sampai 5 Maret, Golkar Sultra akan menggelar musyawarah daerah (musda) pada 5 Maret.

“Dengan agenda utama menentukan siapa Ketua Partai Golkar Sultra 5 tahun ke depan. Juga memilih pengurus baru untuk ditetapkan dalam musda nanti,” terangnya.

Siapa saja figur yang digadang-gadang memenuhi kualifikasi menggantikan Ridwan Bae, Bari mengungkapkan bahwa ketua DPD II di 17 kabupaten/kota masih menginginkan Ridwan Bae memimpin Golkar.

“Kalau para ketua-ketua DPD II Golkar masih menginginkan Ridwan Bae, tapi tergantung DPP lagi apakah masih mengizinkan Ridwan Bae. Itu keputusan DPP. Tapi, sampai sekarang kita masih mempertimbagkan Pak Ridwan Bae untuk dipilih lagi (periode ketiga),” katanya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada kandidat yang mendaftar untuk mencalonkan diri sebagai ketua.

“Karena, memang di dalam juklak (petunjuk pelaksanaan musda golkar) tidak ada prosedur tahapan pendaftaran,” jelasnya.

“Hanya saja, pada saat musda kalau ada yang mendaftar, ya, kita akomodasi dengan ketentuan memenuhi persyaratan-persyaratanya, yaitu (salah satunya) calon tersebut harus memenuhi syarat pernah aktif di Partai Golkar 5 tahun terakhir atau 1 periode sebagai Kader,” paparnya.

Nantinya, lanjut dia, dalam musda yang punya hak suara hanya para ketua DPD II di 17 kabupaten/kota masing-masing 1 suara, kemudian 1 suara dari DPD I, 1 suara dari DPP, dan 1 suara ormas yang  mendirikan Partai Golkar. Begitu tahapan pemilihannya. Jadi, kurang lebih hak suara itu ada 20,” terangnya.

Tergantung Airlangga

Periode kepemimpinan Ridwan Bae di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera habis. Namun Ridwan Bae mengatakan, Jumat (7/2), bukan berarti dirinya tidak bisa kembali memimpin untuk periode ketiga. Bagaimana bisa?

Pria yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Sultra menerangkan, berdasarkan ketentuan partai, ia tidak boleh lagi menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sultra untuk ketiga kalinya.

“Menurut aturan resmi partai, saya tidak bisa lagi ikut tarung dalam ajang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar yang akan dihelat dalam waktu dekat. Sebab, saya sudah 2 periode menjabat sebagai Ketua DPD 1 Golkar Sultra, tidak bisa tiga periode,” jelas mantan Bupati Muna 2 periode.

Meskipun demikian, lanjut , dirinya bisa kembali memimpin Golkar Sultra jika ada restu khusus  dari Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto.

Dikatakan, Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto  bisa saja mengeluarkan maklumat untuk mempertahankan kader potensialnya di posisi DPD I.

“Bisa saja seorang kader itu menjabat posisi sebagai ketua DPD I tiga periode. Tapi, harus ada diskresi, izin dari DPP. Di beberapa daerah pernah ada juga yang menjabat 3 periode, tapi itu kebijakan dari DPP karena berbagai pertimbangan partai,” terang pria yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Namun demikian, Ridwan mengaku, dirinya belum bertandang ke Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengenai rencana pensiun dari Ketua DPD I Golkar Sultra.

“Saya belum ada komunikasi ke Ketua DPP Airlangga Hartarto. Tapi sebagai kader, kita selalu siap dan tunduk pada arahan pimpinan partai untuk menyukseskan Musda Golkar yang akan digelar Maret 2020,” ujarnya. (m1-tri/iis)

Facebook Comments