Dikmudora Masih Enggan Terapkan Zonasi Guru di Kendari

179
Muh Rafiuddin. (SUMARDIN/BKK)

KENDARI, BKK- Saat ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari masih enggan  menerapkan sistem zonasi guru. Padahal target awalnya yakni Oktober lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dikmudora Kendari Muh Rafiuddin mengatakan, sistem zonasi ini bertujuan untuk memberikan akses dan keadilan terhadap pendidikan bagi semua kalangan masyarakat, kalau berbicara zonasi guru tidak hanya berbicara dengan jarak  tempat tinggal tenaga pendidik dengan sekolah.

Melainkan, sambungnya,  terkait dengan kompetensi guru di masing-masing satuan pendidikan yang ada di Kendari. Sehingga, pihaknya masih berusaha menyamakan kompetensi guru disetiap tempat agar tidak menumpuk di satu sekolah favorit.

“Jadi kita tidak hanya fokus pada zonasi guru saja. Tetapi, menyamakan  kompetensi guru juga disetiap satuan pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan,” ujarnya, Kamis (13/12).

Ia menjelaskan, berbicara masalah zonasi guru,  ada tiga zona yang ada berdasarkan aplikasi yang dimiliki, alas dia, zona Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari, zona SMAN 4 Kendari serta SMAN 5 Kendari.

Dengan begitu, tiga zona tersebut dapat menyangga  (sekolah terdekat) guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) terdekatnya.

“Kalau kita sudah bisa petakan terkait zonasi guru dan zonasi kompetensi guru dengan baik, Maka kita akan kunci dan akan terapkan zonasi tersebut,” ucapnya.

Selain itu, yang menjadi kendala penerapan zonasi ini, berlebihnya guru mata pelajaran (mapel) ilmu pengetahuan alam (IPA) dan IPS  jenjang SMP. Kata dia, ditambah lagi mereka (guru) enggan dipindahkan ke SD yang sesuai (sinkron) dengan Mapel yang diajarkan.

Lanjutnya, pihaknya tidak henti-hentinya menawarkan guru yang berlebihan tersebut untuk mengajar di SD. Padahal, sebenarnya dengan begitu tidak ada yang dirugikan.

“Sampai sekarang baru dua orang yang pindah mengajar dari SMPN ke SD. Itu kita lakukan untuk memberikan kesejahteraan kepada guru tanpa merusak sistem,” ujarnya. (cr1/iis)

Facebook Comments