Iklan Atas Header

Kemenkumham Bantah Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Lapas

86

-IKLAN-

KENDARI, BKK– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra) Sofyan membantah peredaran narkoba dikendalikan dari lembaga pemasyarakatan (lapas)

Ia meminta untuk membuktikannya jika informasi atau tuduhan tersebut benar. Kalau itu benar dari Lapas, pihaknya akan tindak tergas pelakunya. Pasalnya, tindakan itu tidak mendukung langkah pemerintah memberantas narkoba serta merusak nama baik lapas.

”Saat ini, belum ada yang terbukti bahwa peredaran narkoba di Sultra tersebut, dikendalikan dari lapas. Jadi, saya tegaskan informasi yang ada di luar sana, semuanya itu tidak benar,” tegas Sofyan, saat ditemui pada Kamis (2/5).

Memang, lanjut dia, ada pengedar barang haram tersebut diamankan oleh pihak BNN dan kepolisian, namun pengedarnya mantan narapidan (napi) yang dari lapas yang mengulangi perbuatannya yang sama. Artinya, bukan tanggung jawab lapas lagi.

”Lapas ini hanya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena, diketahui di lapas banyak pengedar atau pengguna narkoba yang menjalani masa hukumannya. Setiap diamankan langsung menyebut dikendalikan dari lapas,” jelasnya.

Menurutnya, selama peredaran narkoba masih belum bersih di luar, maka barang tersebut dapat masuk ke berbagai tempat, tak terkecuali di lapas.

Kemenkumham minta kepada semua kepala lapas diseluruh wilayah Sultra untuk terus meningkatkan pengawasan dan penjagaan terhadap hal-hal mencurigakan masuk lapas.

”Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diingInkan, kami menggandeng BNNP dan Polda Sultra untuk lakukan pemeriksaan kepada napi khususnya napi kasus narkoba. Kalau ditemukan barang yang tidak boleh di bawa dalam lapas, seperti, handpone dan narkoba, kita langsung amankan,” pungkasnya. (cr2/iis)

Facebook Comments