Iklan Atas Header

Unsultra Cetak 163 Wisudawan

92

-IKLAN-

Prosesi pelaksanaan rapat senat terbuka dalam rangka acara wisuda sarjana XXIV, bertempat di Hotel Claro Kendari, Rabu (20/3).

 KENDARI, BKK – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali mencetak 163 wisudawan, melalui prosesi pelaksanaan rapat senat terbuka dalam rangka acara wisuda sarjana XXIV, bertempat di Hotel Claro Kendari, Rabu (20/3).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari beberapa fakultas. Diantaranya, Fakultas Tehnik, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Ekonomi.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) diwakili Asisten II Sultra Dr Nur Endang Abbas mengatakan, penyelenggaraan wisuda sarjana Unsultra memberikan makna kebahagian dan kebanggaan tersendiri, karena menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan dalam mengemban tridarma perguruan tinggi.

Olehnya itu, kata dia, para wisudawan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan pembangunan daerah dan nasional di era revolusi industri 4.0, Unsultra perlu terus meningkatkan kualitas lulusan dan membangun kekuatan ekosistem kelembagaan agar mampu merespon tuntutan era revolusi industri 4.0 yang selaras dengan kebutuhan industri sebagai bagian penting yang menjadi fokus pemerintah saat ini.

“Keberadaan Unsultra sebagai salah satu perguruan tinggi di daerah yang betul-betul menjadi wadah untuk melahirkan generasi bangsa yang berkualitas, dan sekaligus tempat berkumpulnya para intelektual dari berbagai disiplin ilmu,” ujar Dr Nur Endang Abbas, Rabu (20/3)

Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Umum Kopertis wilayah IX Sulawesi Andi Muhammad Amir Suddin menuturkan, Unsultra haruslah peka terhadap tantangan yang dihadapi  masyarakat. Karena, alas dia, dengan kepekaaan itulah dapat secara cepat menjawab dan memberikan solusi segala permasalahan di masyarakat.

“Saya berharap, Unsultra menjadi tempat pengembangan peradaban bangsa, menjadi benteng dari pertahanan pengembangan watak kepribadian. Dan harus mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan,” ucapnya.

Dilokasi yang sama, Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun menuturkan, memasuki era revolusi industri 4.0 dengan fenomena disruptive innovation. Untuk itu, lanjutnya, Unsultra harus berubah melakukan orientasi kurikulum terkait dengan literasi data, literasi teknologi, literasi manusia, serta kegiatan ekstra kurikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan berkerja dalam tim serta enterpreneurship dan intership.

“Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kami telah bekerja sama dengan PT Telkom terkait dengan kegiatan teleconference dan inisiasi pembelajaran online. Selain itu, tambah dia, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT Kalla Kakao Industri, Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Pemerintah kabupaten dan kota,” paparnya.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya masih mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, perguruan tinggi lain dan  swasta, serta media.  (cr1/r2)

Facebook Comments