Iklan Atas Header

Wisata Pantai Berova, Surga Kecil di Jazira Utara Sultra

103

-IKLAN-

Kolam renang di tepi pantai.
Spot diving Pasittodo.

Kolaka Utara (Kolut) yang biasa disebut dengan Kambo Patowonua atau dalam bahasa daerah (Tolaki) Kampung dengan Omba Mokkole (Empat Raja) menyimpan banyak objek wisata yang patut menjadi destinasi keluarga. Salah satu objek wisata yang menjadi destinasi top masyarakat Kolut yakni Pantai Berova.

Sejak diresmikan pemerintah kabupaten pada 2016 Pantai Berova menjelma menjadi objek wisata yang sering dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Selain jarak yang dekat hanya 2 kilometer dari pusat kota kabupaten–di Kecamatan Lasusua Desa Petulua–infrastruktur yang memadai dengan jalan yang telah diaspal dan di area wisata jalannya telah dirabat beton menjadi beberapa hal yang membuat Pantai Berova selalu padat pengunjung pada hari libur dan menjadi surga kecil di jazirah utara Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pada 2016-2017 sampai 2018 lalu Pantai Berova yang tadinya hanya rawa disulap oleh pemkab dengan menggelontorkan anggaran Rp11 miliar, membangun berbagai fasilitas yang berbasis wisata keluarga, wisata alam, taman bermain anak, edukasi, olahraga, dan religius.

Terdapat kolam renang dewasa yang bertaraf nasional, musala, perpustakaan, taman bermain anak, panggung, villa yang dapat disewa bagi para pengunjung Rp500.000 setiap malam, banana boat, kolam ikan, dan sebuah dermaga cinta.

Pasir putihnya yang terbentang lebih dari 1 kilometer dengan area parkir kendaraan yang luas, tempat selfie dan luasnya tempat berkumpul keluarga di antara rindangnya pepohonan.

Air lautnya jernih. Pada sore hari pengunjung disuguhi dengan indahnya panorama sang senja matahari yang akan meninggalkan peraduannya, menjadi pemandangan yang eksotik penyejuk hati dan menjadi tujuan alternatif wisata keluarga.

Pantai Berova juga menyuguhkan spot bagi para pecinta olahraga menyelam (diving) dengan terumbu karang yang indah subcoral dan coral dengan berbagai jenis ikannya.

Pada 2015 Pantai Berova menjadi tempat perhelatan penanaman terumbu karang sebanyak 33.000 dan berhasil memecahkan rekor MURI.

Terdapat di tengah laut oleh para nelayan spot ini disebut Pasittodo yang merupakan gugusan karang yang luas, dan pada musim tertentu karang ini akan muncul bak ikan besar di tengah laut dan menjadi spot mancing bagi para nelayan.

Pada 2017 pemkab membangun dermaga dan vila di tengah laut, untuk mencapai spot diving Pasittodo dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dari Pantai Berova menggunakan jolloro, sejenis kapal tradisional dengan merogoh kocek Rp15.000 setiap orang.

Pada 2016 Bupati Kolut masih dijabat Rusda Mahmud mencanangkan Pantai Berova sebagai Bumi Perkemahan Pramuka dan saat itu setelah setelah 30 tahun lamanya Raimuna Daerah Tingkat Sultra yang Ke-II kembali digelar di Bumi Perkemahan Pantai Berova yang diikuti 1.320 peserta dari 16 Kwarcab se-Sultra.

Rusda Mahmud memberi nama Pantai Berova karena konon ditempat itu tumbuh jenis kayu yang besi sangat keras dan diberi nama kayu berova.

Pada 2018 lalu, oleh Bupati Kolaka Utara H Nur Rahman Umar, Pantai Berova dicanangkan sebagai tempat pelaksanaan berbagai kegiatan, salah satunya festival kuliner yang menjadi agenda tahunan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kolut Muhamad Idris mengungkapkan, Pantai Berova sama dengan pantai atau tempat wisata pinggir laut lainnya, pasir putih dan air laut.

“Hanya saja pantai berova berbeda dengan destinasi wisata laut lainya sebab adanya fasilitas kolam renang air tawar yang berada di pinggir pantai, musala, perpustakaan, taman bermain anak, dan kolam ikan. Ini yang sedikit membedakan pantai berova dengan destinasi wisata laut yang ada di daerah lain,” katanya.

Kepala Desa Petulua Akbar Hamsa mengatakan, pengunjung setiap tahunnya mencapai ribuan orang dari berbagai daerah. Namun yang wisatawan yang paling banyak berkunjung masih wisata lokal.

Akbar menambahkan, untuk biaya masuk dikenakan biaya Rp2.000 per orang dewasa dan Rp1000 untuk anak-anak. Sedangkan untuk para pedagang tidak dikenakan biaya apapun yang penting berkomitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan. (*)

Laporan: Usman Ayub, Lasusua.

Facebook Comments