Tiap Kamis Pegawai Pemprov Pakai Baju Adat Masing-Masing

186
Pj Sekprov La Ode Ahmad Pidana Balombo  (enam dari kanan) saat pose bersama para kepala OPD dan kepala biro, usai mengikuti apel bersama di halaman kantor gubernur. (FAYSAL/BKK)

KENDARI, BKK- Ada pemandangan unik di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (13/2), ketika seluruh pegawai berkantor dengan pakaian adat masing-masing. Ada yang berpakaian Tolaki, Moronene, Buton, juga Muna.

Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra La Ode Ahmad Pidana Balombo soal ini menerangkan, apel kali ini memang terlihat tidak biasanya, karena seluruh peserta apel gabungan mengenakan pakaian seragam khas tenun Sultra.

“Yang terdiri dari empat entitas budaya yang dikenal,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan, pemakaian seragam budaya Sultra tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Ali Mazi kepada aparatur sipil negara (ASN) lingkup pemprov untuk menggunakan kain tenun khas Sultra di setiap Kamis.

“Nuansa apel hari ini betul-betul kita merasa sedang berada di Sulawesi Tenggara. Pakaian yang digunakan hari ini menunjukkan identitas kita sedang berada di Sultra. Kelihatan cerah, seragam, berwibawa dan tentu punya kharisma dan keunikan tersendiri,” puji Ahmad.

Ia menambahkan, kebijakan ini dalam rangka mempromosikan entitas budaya nasional yang menjadi kekayaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan.

“Kita semua yang bertugas di Sultra tentu wajib menghormati itu, wajib menghargai itu, dan mewariskan itu kepada generasi-generasi kita yang akan datang,” tambahnya.

Ia mengaku yakin suatu saat nanti ketika ada perkembangan zaman yang akan datang, mungkin pada revolusi 7.0, generasi berikutnya sudah tidak mengenal identitas budaya lokal.

“Sehingga kita perlu mewariskan pengetahuan kepada generasi berikutnya dan kita kenalkan, sehingga ditahu dan dikenal,” ungkapnya.

Di sisi lain, sambung dia, dengan menggunakan kain tenun Sultra tentu akan menggerakkan usaha kecil masyarakat yang bergerak dalam usaha tenun maupun mempromosikan hal-hal yang sifatnya kepariwisataan.

“Saya berharap, ke depan semakin banyak kreasi inovasi yang dapat dilakukan sesuai dengan fungsi tugas masing-masing ASN di lingkungan pemprov, dalam membantu gubernur dan wakil gubernur mewujudkan visi misinya mendukung program Garbarata dan menjadikan Sultra lebih sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya. (m3/iis)

Facebook Comments