Polda Tambah Pasal Baru di Berkas Pembunuhan Randy

139
La Ode Aries El Fathar.

KENDARI, BKK- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melimpahkan kembali berkas perkara tersangka Brigadir AM ke kejaksaan. Sesuai petunjuk pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi (P19) dari jaksa, berkas perkara yang dilimpahkan pada Kamis (6/2) tersebut mengalami beberapa penambahan.

Salah satunya, penambahan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan yang disangkakan pada tersangka.

Sebelumnya, dalam SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) yang dikirim ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra), tersangka disangkakan pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dan pasal 359 subsidair pasal 360 ayat (1 dan 2) tentang Kesalahan atau Kelalaian.

“Sudah Kamis (6/2) lalu dilimpahkan. Sesuai P19, ditambahkan rekaman CCTv dan 1 saksi yang membenarkan dalam rekaman tersebut betul tersangka. Dan penambahan pasal 338,” terang Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Besar Polisi (Kombespol) La Ode Aries El Fathar, Senin (11/2), saat ditemui di ruang kerjanya.

Disebutkan polisi juga menambahkan alat bukti seng yang tertembus peluru. Seng tersebut merupakan bagian atap rumah milik Putri (23), korban yang mengalami luka tembak bagian betis saat insiden 26 September 2019.

“Sampai hari ini (kemarin, red), anggota kami koordinasi dengan jaksa. Jika (berkas perkara) masih ada yang kurang akan perbaiki lagi. Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dinyatakan lengkap,” kata La Ode Arie.

Diberitakan, Bridgadi AM ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya Immawan Randy (21), mahasiswa Universitas Halu Oleo yang terkapar dengan sebuah lubang peluru bundar di dadanya, saat aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 26 September.

AM merupakan satu dari 6 polisi yang membawa senjata saat pengamanan demonstrasi tersebut. Dari keenamnya, hanya 3 yang melepas tembakan, yang salah satu peluru yang dilepas itu mengenai Randy dan Ibu Putri. Hasil uji balistik menunjukkan peluru yang mengenai Randy dan Ibu Putri berasal dari senjata Brigadir AM. (m2/iis)

Facebook Comments