PAN Sultra Pecah, Kery dan Umar Samiun Dukung Mulfachri Harahap

456
Calon Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat menyerahkan dokumen pendaftarannya pada Sekretaris Panitia Pengarah Kongres V PAN, Saleh Daulay, di media center, Senin (10/2), di Hotel Claro Kendari. (AINI/BKK)

KENDARI, BKK- Dukungan suara Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara (Sultra) tampaknya tidak solid sebagaimana klaim Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sultra Abdurrahman Shaleh (ARS) bahwa pengurus provinsi maupun 17 kabupaten/kota solid mendukung Zulkifli Hasan (Zulhas).

Kongres V PAN digelar di Kota Kendari selama 10-12 Februari dengan agenda pemilihan Ketua Umum (Ketum) PAN periode 2020-2025, telah dipenuhi oleh pengurus PAN se-Indonesia dan pendukung masing-masing calon ketua umum (caketum).

Rombongan Mulfachri-Hanafi tiba lebih dahulu di Kendari, disambut Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) yang juga Ketua Harian PAN Sultra, yang langsung menyatakan dukungannya pada pasangan yang didukung Amien Rais tersebut.

Mantan Ketua DPW PAN Sultra Umar Samiun tampak dalam rombongan pendukung MH. Umar Samiun mengatakan, secara pribadi mendukung Mulfachri Harahap meskipun tidak memiliki hak suara di pemilihan tersebut.

“Kita tahu latar belakang sejarah PAN itu sendiri. Sampai hari ini pengurus PAN pastinya bermazhab dengan Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan PAN,” ujar Umar, Senin (10/2).

Menurutnya, apapun yang diputuskan Amien Rais maka secara langsung kader PAN akan mengikutinya.

“Ketika Pak Amien sudah mendukung salah satu calon, maka kita ikuti. Lagian, tradisi PAN kan ketua umum (ketum) itu hanya 1 periode saja,” tuturnya.

“Bahwa Zulhas sendiri dari Kongres di Bali periode lalu, menyatakan ketum ini hanya 1 periode saja. Nah ini yang sebenarnya akan kita akhiri, sesuai ucapan beliau saat bertarung dengan Hatta Rajasa dulu,” tandas Mantan Bupati Buton ini.

Bahwa pernyataan dari ARS, sambung dia, PAN se-Sultra solid mendukung Zulhas, itu tidak benar.

“Karena saya banyak berbincang dengan para Ketua DPD PAN, sebagai eksekutor, mereka sebenarnya secara diam-diam mendukung Mulfachri,” ungkapnya.

Dari angka dukungan yang kita himpun, sambung dia, sepertinya sudah cukup untuk memenangkan Mulfachri. Cuma saja, karena Sultra ini sebagai penyelenggara kongres, tentunya kita harus bersikap netral.

Pelangi Berbeda tapi Indah

Ketua PAN Sultra Abdurrahman Saleh menanggapi itu mengatakan, meski terjadi pecah suara atau perbedaan pilihan, itu adalah hal yang biasa.

“Selamat datang kepada seluruh peserta kongres dari seluruh daerah di Indonesia. Mari kita helat pelaksanaan kongres dengan penuh keterbukaan,” katanya, kemarin.

Ia mengaku realistis bahwa setiap orang memiliki pilihannya masing-masing. Menurutnya, berbeda itu pelangi, tidak masalah ada perbedaan pilihan karena setiap orang ingin melihat apa yang menjadi visi dan misi para caketum. Sehingga sama sekali tidak ada paksaan untuk menentukan atau memaksakan pilihan orang lain.

Ia mengandaikan bahwa makna pelangi yang dimaksudnya bukan tanpa alasan. Sebab warna yang ada dalam pelangi berbeda-beda tetapi semua indah, begitu pun yang diharapkan dalam membangun PAN ke depan.

Mulfachri Genggam 352 Voters, Zulhas Kuasai 30 DPW

Dua Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Amanat Nasional (PAN) yang sedang sengit, Mulfachri Harahap dan Zulkifli Hasan (Zulhas), masing-masing mengklaim pada Senin (10/2) telah mengantongi mayoritas voters atau pemilik suara.

Kubu Mulfachri, melalui koordinator lapangan (korlap) tim pemenangannya, Muh Nasri Anas mengklaim, sudah memboyong 352 voter menuju panggung pemilihan.

“Kita ada 352 voters di sini yang datang terlebih dahulu di area kongres Kendari ini, mendukung Mulfachri-Hanafi,” kata Nasri Anas yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Barat (Sulbar), kemarin.

Sementara, Zulhas yang mendaftarkan diri pukul 16.05 Wita kepada wartawan mengatakan, dirinya mendapat mandat langsung dari kurang lebih 30 DPW PAN se-Indonesia untuk maju kembali.

Kongres diikuti 4 caketum yang akan bertarung pada pemilihan di antaranya Wakil Ketum PAN Mulfachri Harahap, mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo, dan petahana Zulhas.

Keempat kandidat, akan memperebutkan sebanyak 590 suara. Yang terdiri atas 34 DPW yang memiliki dua hak suara, 514 DPD dengan masing-masing memiliki satu hak suara, ditambah 3 suara masing-masing dari ketua umum, sekretaris jenderal (sekjen), dan bendahara umum, dan selebihnya suara sejumlah organisasi sayap. (p5/iis)

Facebook Comments