Kunker di Buteng, Gubernur Ali Mazi Resmikan Gedung Kesenian Mawasangka Centre 

142
Gubernur Ali Mazi saat Kunker di Buteng. (FOTO: Kominfo Sultra)

KENDARI, BKK- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), sekaligus meresmikan gedung mawasangka centre dan mengunjungi desa konfik sosial di Kecamatan Gu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra Syaifulla mengatakan, dalam kunjungan tersebut orang nomor 1 di Bumi Anoa itu, selain meresmikan gedung kesenian mawasangka centre juga meresmikan pintu gerbang masuk Kabupaten Buteng.

“Bangunan ini merupakan pintu lintas perbatasan dalam melaksanakan aktivitas atau mobilitas antara wilayah di Kabupaten Buteng menuju ke Kota Baubau, selain itu pintu gerbang ini menjadi monumen penanda yang menunjukan bahwa kita memasuki kawasaan perlintasan melalui dermaga penyeberangan wamengkoli,” katanya, Kamis (13/2).

Sedangkan, ucap dia, gedung kesenian Mawasangka Centre merupakan fasilitas umum, yang berfungsi sebagai sarana sanggar seni untuk menumbuh kembangkan minat, bakat, dan kreasi kesenian dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di Kabupaten Buteng.

“Kita harap, semua fasilitas yang telah ada selalu terpelihara dan terus terwariskan,” paparnya.

Dia menuturkan, kunker tersebut dilakukan bersama rombongan dari organisasi perangkat daerah (OPD), untuk berdialog bersama aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buteng.

“Bukan hanya itu, kunker tersebut dilakukan untuk melihat berbagai program dan kegiatan pembangunan daerah yang telah, sedang, dan yang akan dilakukan di bawah komando bupati dan wakil bupati serta perangkat pemerintah se tempat, yang output-nya bermuara pada kemajuan dan kemandirian daerah, yang ditandai dengan tercapainya kesejahteraan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan,” bebernya.

Kemudian, kata Syaifulla, rombongan gubernur juga meninjau korban konflik sosial di Desa Wadiabero dan Desa Matanaeo Kecamatam Gu. Pada kesempatan itu, papar dia, gubernur memberikan bantuan kepada masyarakat korban konflik.

“Gubernur juga menitip pesan kepada warga desa konflik sosial untuk melupakan masa lalu dan jangan diungkit lagi. Kita harus melihat ke depan untuk mewujudkan kesejahteraan kita, tingkatkan silahturahim, persaudaraan selalu dijaga semoga kita sukses selalu amin,” tuntasnya. (m3/nir)

Facebook Comments