Kapolres Konawe Dicopot dengan Status Diperiksa

2.325
AKBP Susilo Setiawan.
AKBP Muh Nur Akbar.

KENDARI, BKK- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Konawe Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Susilo Setiawan SIK dicopot dari jabatannya dan dimutasi jadi pelayan markas di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabespolri). Padahal, ia belum genap 2 bulan menduduki kursi mentereng itu.

Nasib yang sama dialami Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra Muh Nur Akbar SH SIK MH. Ia juga dilempar ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri. Uniknya, Nur Akbar adalah mantan Kapolres Konawe.

Pencopotan keduanya menjadi bagian dari rotasi jabatan terjadi di tubuh Polri. Di Sulawesi Tenggara (Sultra), rotasi tersebut hanya menyerempet dua pejabat tersebut.

Keduannya masuk dalam 89 orang yang dimutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/338/II/Kep/2020 tertanggal 3 Februari 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan Baru di Lingkungan Polri.

Kepala Subbidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Agus Mulyadi dikonfirmasi soal ini membenarkan.

“Iya (ada telegram pergantian Kabidhumas dan Kapolres Konawe),” terang Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/2).

Kapolres Konawe AKBP Susilo Setiawan SIK digantikan oleh AKBP Yudi Kristanto SIK yang menjabat Kepala Bagian (Kabag) Analisis Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Sultra.

Sedangkan, Kabidhumas Muh Nur Akbar digantikan oleh AKBP La Ode Proyek yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat (Wadirbinmas) Polda Sultra.

Rotasi yang mengejutkan ini menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, kedua nama tersebut belum genap 2 bulan menjabat. Selain itu, dalam surat telegram yang beredar 2 nama tersebut dimutasi dalam rangka diperiksa (riksa).

Sebelum menjabat Kabidhumas Polda Sultra, Nur Akbar sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Konawe, sedangkan Susilo Setiawan sebelum menjabat Kapolres Konawe menduduki kursi Kapolres Kolaka Utara (Kolut).

Saat telegram keluar, beredar isu pergantian 2 nama tersebut berkait kasus di wilayah hukum Polres Konawe. Salah satu kasus yang dicurigai adalah bentrok di wilayah industri pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Desa Morosi Bondoala Konawe, Senin (20/1).

Di mana, sekelompok massa saling serang menggunakan kayu dan senjata tajam di sepanjang jalan menuju kawasan industri perusahaan asal Cina tersebut.

Bentrokan diduga berpangkal utang piutang antara perusahaan asing dan pengusaha lokal, PT Andalniaga Boemih Energy (ABE).

Selain kasus tersebut, ada juga kasus lain yang diduga mengakibatkan keduanya terperiksa. Yakni, soal pengurusan surat izin mengemudi (SIM) di Polres Konawe. Diduga ada penyalahgunaan prosedur yang dilakukan saat keduanya menjabat sebagai kapolres.

Ketika kedua isu tersebut dikonfirmasikan ke Kasubbidpenmas Polda Sultra Kompol Agus Mulyadi, dia enggan berkomentar.

Respon serupa juga diberikan Kabidhumas Nur Akbar yang dikonfirmasi awak media ini melalui WhatsApp, dia juga tidak memberikan komentar. (m2/iis)

Facebook Comments