Dipanggil Klarifikasi, SU Absen

381

RAHA, BKK- Sesuai jadwal, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Muna pada Selasa (4/2) akan memeriksa Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Syarifuddin Udu. Namun hingga sore hari, salah satu figur calon Bupati Muna dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ini, tidak hadir.

“Betul, Syarifuddin Udu tidak hadir hari ini. Kami langsung layangkan panggilan kedua. Kalau tidak datang juga, kami langsung buat rekomendasi hasil telaah kami ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” kata Ketua Bawaslu Muna Al Abzal Naim.

Ia melanjutkan, Syarifuddin Udu absen dan mengutus seseorang yang datang ke Bawaslu yang menyampaikan jika Syarifuddin Udu tidak hadir, karena ada tugas di Jakarta. Berbeda dengan itu, 6 aparatur sipil negara (ASN) lainnya hadir memenuhi panggilan.

“ASN yang hadir memenuhi panggilan kita yaitu kita Kadishub Mubar La Ode Hanafi; LM Syahruddin, Kabid Akuntansi BPKAD Mubar; Saidiman, staf di Satpol PP Damkar Muna; Abidin Onto, ASN Mubar; Sahibuddin Saga, ASN Mubar, Ali Moktar Jaya, ASN Mubar. Sedangkan dua orang ASN lainnya yaitu Asisten I Pemkab Mubar La Ode Takari, La Rata dan La Rafini keduanya ASN Mubar tidak hadir dan sudah kita layangkan surat panggilan kedua. Kalau tidak hadir juga pada panggilan kedua, langsung kita buat telah dugaan pelanggarannya terkait netralitas sebagai ASN dan kita kirim ke KASN dan Kemenpan-RB,” tambah Bram.

Kata Al Abzal Naim,dugaan pelanggaran yang dilakukan para ASN itu bukan UU Pilkada. Tetapi soal perilaku dan kode etik sebagai ASN.

“Kita tidak pandang bulu, siapa pun ASN yang melanggar netralitas sebagai ASN dan berpolitik praktis akan kami tindak tegas. Kalau masalah sanksi, itu kewenangan KASN yang memutuskan,” pungkas Ketua Bawaslu Muna. (tri/iis)

Facebook Comments