Pimpinan Ponpes Sutamin Akui Diintimidasi Letkol Marinir AF

276
Pimpinan Pondok Pesantren Ihya’ Ahsunnah Muhammad Sutamin (tengah ) di dampingi kusa kukumnya, Nur Rahmat Karno (kanan).

KENDARI, BKK- Arogansi oknum TNI-AL Letkol Marinir AF terhadap Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya’ Ahsunnah Kolaka Muhammad Sutamin, berbuntut panjang. Pasalnya, Sutamin mengancam akan melapor ke Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), jika Letkol Marinir AF tak beritikad baik.

Sebab, menurut Sutamin, tindakan arogansi yang dilakukan oknum Letkol Marinir AF, nyata perbuatan intimidasi.

Dia mengaku, disekap di Pos Angkatan Laut. Di situ Mardin More, ayah dari Letol Marinir AF,  meminta surat-surat tanah secara paksa.

“Di situ, saya tidak bisa komunikasi dengan siapapun karena ditodonkan pistol. Belum lagi pengancaman untuk menyampaikan kebenaran sesuai dengan yang mereka inginkan. Inikan dusta,” ujar Sutamin kepada sejumlah awak media di Kendari, Senin (13/1).

Dikatakan, sempat terjadi bunyi tembakan saat diinterogasi di pos tersebut.

“Saat bunyi tembakan itu. Kemudian menyusul oknum TNI, bilang ko tidak dengar itu suara tembakan. Jadi, dia memaksa saya bicara sesuai dengan maunya dia,” ucapnya.

Akibat arogansi oknum TNI, beber Sutamin, ada beberapa anak pesantren hingga tidak masuk lagi. Bahkan, 2 orang anaknya sendiri saat melihat oknum TNI yang datang ke rumahnya pascakejadian tersebut, mereka lari ketakutan.

“Anak kecil tahu yang benar. Apalagi seperti itu, jika mengingkari kejadian itu saya minta ajak mereka diskusi depan orang banyak untuk diskusi menghadirkan saksi, jika mereka berani,” ujarnya.

Menindak lanjuti kejadian tersebut, Sutamin menyebutkan dirinya sudah melaporkan Mardin More ke Polres Kolaka atas tindakan pengacaman dan perampasan. Sementara, Letkol Marinis AF akan dilaporkan ke Pomal.

“Untuk Mardin More kita sudah laporkan setelah kejadian. Sedangkan untuk oknum TNI AL, secara resmi belum kami laporkan. Kami masih menunggu itikad baik untuk meminta maaf dan mengembalikan sertifikat tersebut. Insya Allah kita tunggu sampai 3 hari,” kata Suramin.

Sutamin mengurai, peritiwa ini terjadi pada Kamis (9/1). Oknum TNI berpangkat Letkol Marinir tersebut merupakan anak dari Mardin More, yang mengklaim lahan berdirinya pesantren adalah miliknya.

Sutamin membantah jika Mardin More merupakan pendiri Yayasan Pondok Pesantren Ihya’ Ahsunnah tersebut.

“Pernyataan Mardin More bapak dari Lektol Marinir AF yang mengaku sebagai pendiri yayasan itu tidak benar, dia hanya mendukung saja dan tidak lebih,” ujar Sutamin saat ditemui di Kendari.

Sutamin menyebutkan, telah memberikan uang Rp100 juta kepada Mardin More dengan dalih pembelian tanah tersebut. Namun, untuk menghidari admnistrasi akta jual beli, Mardin More mewakafkan tanah tersebut.

“Dia menyampaikan tanah itu diwakafkan di Masjid depan jemaah. Jadi, banyak saksi yang dengar,” ujarnya.

Sutamin mengungkapkan, gugat menggugat atas kepemilikan tanah tersebut sudah terjadi di pengadilan.

“Alhamdulillah kita menang di pengadilan negeri. Bahkan, banding di pengadilan tinggi juga kita menangkan, putusannya keluar tanggal 30 Oktober lalu. Sekarang kita lagi menunggu putusan MA,” pungkasnya. (m2/man)

Facebook Comments