Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Jelang Penggusuran Eks PGSD, Pemprov Siapkan Alat Berat

156
Unjuk rasa menentang penggusuran lahan eks PGSD pada 7 Januari lalu.

KENDARI, BKK- Sempat 2 kali tertunda, pengosongan eks lahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kendari kembali dijadwalkan pada 16 Januari. Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Ali Akbar kembali mengingatkan, Senin (13/1), agar Kikila cs meninggalkan dan mengosongkan lokasi eks PGSD.

“Jadi kami sudah siapkan alat berat untuk melakukan penggusuran pada 16 Januari nanti. Dan, besok (hari ini, red) kami mengadakan rapat persiapan penggusuran,” tegasnya.

Menurut dia, pihaknya disaat berkumpul untuk bersiap melakukan penggusuran pada 7 Januari lalu di depan eks PGSD, orang-orang yang tinggal di daerah itu mulai angkat kaki.

“Seperti itu amatan kami,” katanya.

Dijelaskan, lokasi yang akan digusur seluas 4,7 hektare (ha) dan Pemprov Sultra mengaku sudah mengantongi putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, berupa putusan Mahkamah Agung (MA). Menurut Ali, tidak ada lagi putusan yang di atas itu.

“Untuk itu, 2 sanksi yang harus dipenuhi oleh kubu Kikila cs. Pertama, harus tinggalkan lahan eks PGSD. Kedua, harus mengganti kerugian sebanyak Rp850 juta terkait dengan kerusakan sekolah PGSD,” terang Ali.

Dalam pengamanan penggusuran, Ali menyebut, pihaknya menyiapkan 100 orang dari 725 Woroagi dan Polisi Militer (POM) 20 orang.

“Sementara Polda kami bersurat minta dari Brimob 100 orang, Polres Kendari 60 orang, Satpol-PP 400 orang dan sebentar lagi kami minta juga Satpol-PP Kota Kendari untuk membantu membekap Satpol-PP provinsi,” rincinya.

Diberitakan, Pemprov Sultra pada Selasa (7/1) lalu batal melakukan penggusuran di lahan eks PGSD. Padahal, antara petugas dan massa pendukung Kikila cs sudah berhadap-hadapan lalu tiba-tiba pasukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) balik belakang, pulang. Ini kali kedua penggusuran ditunda. Penggusuran diundur 16 Januari.

Kata La Ode Ali, penundaan dilakukan karena adanya rencana kedatangan Kapolri di Sultra pada Minggu (12/1). Ada kekhawatiran akan munculnya riak-riak yang mengganggu kunjungan kerja Kapolri di Sultra. (m3/iis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"