Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Ini Tanggapan Pengamat Pendidikan Sultra Prof Abdullah Alhadza

30
Prof Abdullah Alhadza. (FOTO:SUMARDIN/BKK)

KENDARI, BKK- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) mewacanakan bakal menghapus konsep pilihan ganda pada ujian nasional (UN).

Menanggapi hal ini, Pengamat Pendidikan Sultra Prof Abdullah Alhadza mengatakan, penghapusan pilihan ganda hanya persoalan teknis.

“Memang ada yang beranggapan pilihan ganda hanya mengajarkan siswa untuk menerka-nerka jawaban, mengekpresikan ingatan. Padahal, pilihan ganda juga mengasah kemampuan siswa dalam menjawab soal,” katanya, Senin (13/1).

Selain itu, sambung Alhadza,  dapat membuat guru lebih singkat memeriksa hasil pekerjaan siswa.

“Yang ditakutkan kalau esai, guru menjadi subyektif. Artinya, berpikiran relatif hasil dari menduga-duga berdasarkan perasaan, kalau ketemu dengan anak yang kurang bagus tulisan atau jawabannya¬† bertele-tele,” katanya.

Alhadza menilai, merode pilihan ganda maupun esai tidak ada yang 100% bagus, tergantung dari pengambil kebijakan serta guru yang membuat soal.

“Kalau tidak mengetahui ilmunya bisa dipastikan hasilnya juga tidak maksimal,” tandasnya.

Alhadza menyarankan, agar konsep yang dipakai dibagi menjadi 2. Ada pilihan ganda dan ada pula esai. (r1/man)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"