Ini Ciri ATM yang Sudah Dipasangi Skimmer

1.862
Ilustrasi

Beberapa hari ini Kota Kendari digegerkan kasus skimming yang menyebabkan lenyapnya uang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI). Kejadian ini diketahui sejak Sabtu (18/1).

Laporan: Waty, Kendari.

Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra Irfan Farulian menjelaskan, Selasa (21/1), skimming merupakan tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Modus kejahatan ini sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Dan sebagai nasabah, kata dia, perlu selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bertransaksi, serta perlu diketahui bahwa kejahatan ini bisa menimpa siapa pun tanpa pandang bulu.

“Bentuk dari skimmer cukup beragam dan umumnya ditaruh di tempat masuknya kartu ATM (anjungan tunai mandiri). Selain skimmer, ada juga kamera pengintai yang dipasang tersembunyi. Tujuannya adalah untuk memantau tombol angka yang diketik nasabah saat memasukkan PIN (personal identification number),” ungkapnya.

Kartu ATM yang aman atau ATM yang memiliki risiko kecil untuk dikena skimming adalah ATM yang hanya memiliki chip. Tapi, saat ini ATM yang dimiliki para nasabah sebagian besar kartu debit yang menggunakan chip dan juga masih terdapat pita magnetik pada sisi belakang kartu.

Sehingga, masih berisiko direkam oleh pelaku skimming. Saat ini proses pemindahan kartu ATM pita magnetik ke chip murni dalam masa transisi dan ditargetkan 2024 penggunaan kartu ATM chip murni sudah terealisasi.

“Untuk menghindari terjadinya skimming, nasabah harus waspada melakukan transaksi, hindari transaksi di luar jam operasional, mengawasi keamanan di tempat-tempat transaksi,” ujarnya.

Kejahatan digital tidak pernah berhenti dalam menyasar berbagai kalangan. BI terus berupaya agar masyarakat mewaspadai terjadinya skimming yang menyebabkan transaksi keuangan di buku tabungan langsung terdebit.

Masyarakat juga perlu tahu sebelum melakukan transaksi sebaiknya melihat dulu keadaan di sekitar ATM, seperti, jangan sampai ada alat yang mengganjal di bagian kanopi (tudung) penutup keypad. Alat yang mengganjal tersebut bisa jadi merupakan spycamera yang akan merekam tanganmu memencet keypad saat memasukkan PIN. Ada baiknya, raba dulu bagian bawah kanopi tersebut sebelum memasukkan kartu.

Kemudian juga perhatikan bentuk mulut slot kartu agak berbeda, karena untuk mencuri informasi dari kartu ATM nasabah, tentu saja skimmer harus dipasang di bagian mulut slot kartu.

Bila melihat bentuk mulut slot kartu yang gak pada umumnya, lebih baik keluar saja dan jangan menarik uang di ATM tersebut.

“Bagi para nasabah alangkah baiknya untuk mengaktifkan fitur notifikasi transaksi via SMS, karena dengan begitu bisa cukup efektif untuk mendeteksi seluruh transaksi yang dilakukan. Ketika ada notifikasi SMS berupa transaksi yang enggak wajar, maka bisa langsung melapor ke bank pada saat itu juga,” jelasnya.

Langkah selanjutnya para nasabah jangan menarik di ATM yang sepi dan lemah pengawasan, usahakan di ATM tersebut ada petugas keamanannya. Pilihlah ATM yang terletak di mal, pusat perbelanjaan, maupun mini market.

Para nasabah juga harus rutin memeriksa saldo lewat Internet banking dan juga mengganti PIN ATM secara rutin mengingat para pelaku skimming juga berupaya mengetahui PIN ATM nasabah. (*)

Facebook Comments